FTVJEMBER.COM, JEMBER — Musim haji membawa berkah tersendiri bagi para perajin tasbih di Desa Tutul, Kecamatan Balung, Jember. Permintaan tasbih berbahan limbah tulang sapi meningkat tajam hingga mencapai 85 persen dibanding hari biasa.
Sejak pagi hari, para pekerja tampak sibuk merangkai manik-manik menjadi tasbih di sentra kerajinan Kampung Handicraft Jember.
Tasbih berbahan limbah tulang sapi menjadi salah satu produk yang paling banyak diburu jemaah haji untuk dijadikan oleh-oleh.
Dalam hari biasa, para perajin hanya memproduksi ratusan tasbih. Namun saat musim haji, jumlah produksi meningkat drastis hingga ribuan tasbih setiap hari.
Perajin tasbih, Mohammad Ikhwan, mengatakan dirinya telah menekuni usaha tersebut selama sekitar 15 tahun dengan bahan baku utama limbah tulang sapi dan kayu.
“Bahan bakunya dari limbah, terutama tulang sapi yang paling dominan. Saat musim haji hampir semua jenis tasbih laku dan peningkatannya sekarang sekitar 75 sampai 80 persen,” ujar Ikhwan.
Tingginya permintaan membuat para perajin kewalahan memenuhi pesanan dari berbagai daerah. Tak hanya dipasarkan di dalam negeri, tasbih produksi perajin Jember juga telah menembus pasar luar negeri seperti Arab Saudi hingga China.
Reporter: Suyono
