FTVJEMBER.COM, JEMBER — Ratusan ulama perempuan pengasuh pesantren se-Jawa Timur yang tergabung dalam Bu Nyai Nusantara berkumpul di Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember, Sabtu siang.

Dalam halaqah bertajuk “Pesantren untuk Perdamaian Dunia” tersebut, para peserta menyerukan pesan perdamaian sekaligus berkomitmen menangkal kekerasan di lingkungan pesantren dan membendung konten negatif di ruang digital.

Rektor UIN KHAS Jember, Hepni, mengatakan ulama perempuan harus menjadi lokomotif utama dalam merespons isu kemanusiaan dan perdamaian dunia.

“Sudah saatnya ulama perempuan menjadi lokomotif utama dalam merespons isu-isu global, terutama masalah perdamaian dan kekerasan. Mereka harus mulai membuka diri untuk berkontribusi terhadap persoalan kemanusiaan,” kata Hepni.

Selain membahas isu perdamaian global, kegiatan tersebut juga menyoroti pentingnya transformasi pola asuh di lingkungan pesantren agar tercipta ruang pendidikan yang aman dan nyaman bagi santri.

Ketua Bu Nyai Nusantara Jember, Najmah Fairus, mengatakan semangat perdamaian harus dimulai dari lingkungan terkecil, yakni rumah tangga dan pesantren.

“Kami ingin mendengungkan perdamaian mulai dari lingkungan terkecil. Bu nyai juga seorang ibu di rumah dan pengasuh di pesantren. Mungkin kami tidak bisa langsung ke medan perang, tetapi kami tetap bisa melakukan hal yang mampu kami lakukan,” ujar Najmah.

Melalui halaqah tersebut, para pengasuh pesantren diharapkan mampu melahirkan rekomendasi nyata untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang bebas dari kekerasan serta memperkuat nilai kemanusiaan di tengah masyarakat.

Reporter: Anas H
Editor: Suyono

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *