FTVJEMBER.COM, JEMBER – Insiden keracunan massal yang menimpa 22 siswa TK dan PAUD di Kecamatan Kaliwates, Jember, mendapat sorotan tajam dari Satuan Tugas Makan Bergizi Gratis (MBG) Jember. Peristiwa tersebut dinilai mencoreng nama Kabupaten Jember yang menjadi salah satu daerah percontohan nasional program MBG.

Ketua Satgas MBG Jember, Achmad Imam Fauzi, mengaku kecewa atas kejadian tersebut dan menegaskan pihaknya tengah menyiapkan rekomendasi sanksi bagi pengelola SPPG Kaliwates 03.

Menurutnya, keputusan akhir terkait sanksi berada di tangan pihak berwenang. Namun, ia menilai insiden tersebut menjadi tamparan serius bagi pemerintah daerah.

“Jember ini dijadikan pilot project nasional, tetapi justru terjadi peristiwa seperti ini dan itu sangat memalukan. Kejadian seperti ini tidak boleh terulang lagi. Dalam teori penegakan disiplin harus ada tindakan tegas agar tidak menular ke tempat lain,” ujar Achmad Imam Fauzi.

Ia juga menyebut laporan masyarakat melalui kanal pengaduan turut menjadi bahan evaluasi terhadap pengelolaan program MBG di lapangan.

Satgas MBG Jember saat ini tengah mengkaji kemungkinan pemberian sanksi berupa skorsing hingga suspensi permanen bagi pihak yang terbukti lalai dalam menerapkan standar keamanan pangan.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Jember telah menyampaikan permintaan maaf kepada keluarga korban dan berjanji memperketat pengawasan standar higiene di seluruh titik distribusi makanan program MBG.

Pemkab menegaskan keselamatan anak-anak menjadi prioritas utama dibanding target kuantitas pembangunan satuan pelayanan gizi di Kabupaten Jember.

Reporter: Anas
Editor: Suyono

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *