FTVJEMBER.COM, JEMBER – Suasana bahagia menjelang akad nikah di Desa Panti, Kecamatan Panti, Jember, berubah menjadi kepanikan setelah dapur lokasi hajatan terbakar pada Jumat pagi. Tiga orang mengalami luka bakar saat berusaha memadamkan api yang diduga berasal dari kebocoran tabung gas elpiji.
Api dengan cepat membesar dan menghanguskan sejumlah perlengkapan acara, mulai dari suvenir pernikahan, kue hidangan tamu, hingga peralatan dapur. Asap hitam pekat juga sempat membumbung tinggi dari area dapur dan merembet ke bagian rumah lainnya.
Seorang warga bernama Aziz mengatakan kebakaran bermula saat regulator gas dipasang pada tabung elpiji yang baru diganti. Saat diperiksa, gas justru menyembur semakin besar hingga memicu api.
“Awalnya pasang regulator, lalu terdengar suara gas menyembur. Ketika dibuka malah semakin besar dan langsung menyambar api. Sempat saya tutup pakai sarung karena banyak orang panik, tetapi api sudah terlanjur membesar,” ujar Aziz.
Di tengah kepanikan tersebut, keluarga mempelai memutuskan prosesi akad nikah pasangan Sandi dan Yola tetap dilaksanakan secara sederhana setelah api berhasil dipadamkan.
Mempelai wanita, Yola, mengaku panik saat mengetahui dapur tempat hajatan terbakar ketika dirinya sedang dirias.
“Saya sedang dirias lalu terdengar orang berteriak kebakaran. Semua langsung lari dan api sudah sampai ke atap. Setelah padam, akad akhirnya dipindah ke rumah tetangga dan alhamdulillah tetap berjalan lancar,” kata Yola.
Kapolsek Panti, AKP Agus Idham Khalit, menjelaskan kebakaran dipicu kebocoran gas yang diduga tidak terpasang dengan sempurna setelah penggantian tabung.
“Gas bocor kemudian diperbaiki dan dicoba kembali, namun justru menyemburkan api hingga mengenai korban. Ada tiga korban luka bakar dan dua di antaranya dirujuk ke rumah sakit karena mengalami luka di bagian wajah,” jelas AKP Agus Idham Khalit.
Api akhirnya berhasil dipadamkan setelah satu unit mobil pemadam kebakaran dari Pos Rambipuji tiba di lokasi kejadian.
Reporter: Suyono
