FTVJEMBER.COM, JEMBER – Tradisi akepai sate masih terus dilestarikan Pondok Pesantren Ash Shiddiqi, Desa Curahlele, Kecamatan Balung, Jember, saat perayaan Iduladha. Tradisi turun-temurun tersebut menjadi simbol kebersamaan antara santri, pengasuh pondok, wali santri, dan masyarakat sekitar.

Tradisi akepai dilakukan dengan membakar sate secara bersama-sama menggunakan tungku batu bata, pelepah pisang, hingga kipas anyaman tradisional.

Pengasuh Pondok Pesantren Ash Shiddiqi, Muchlisin, mengatakan tradisi ini bertujuan mempererat kerja sama dan persaudaraan antar santri.

“Tradisi akepai sate ini dilakukan setiap tahun oleh para santri Pondok Pesantren Ash Shiddiqi Curahlele. Tradisi ini sudah turun-temurun, menggunakan pelepah pisang dan setelah matang dimakan bersama oleh para santri,” ujarnya.

Sementara itu, orang tua santri, Muhammad Toha, menyebut tradisi tersebut merupakan bagian dari kearifan lokal pesantren yang harus terus dijaga.

“Hari ini dalam rangka merayakan Iduladha, kami terus berusaha melestarikan tradisi ini sebagai bagian dari kearifan lokal pesantren. Semua masyarakat dan santri berkumpul bersama untuk melestarikan tradisi sate akepai,” katanya.

Istilah akepai sendiri berasal dari bahasa Madura yang berarti mengipas sate bersama-sama. Tradisi ini terus dipertahankan sebagai sarana mempererat silaturahmi dan semangat gotong royong di lingkungan pesantren.

Reporter: Suyono

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *