FTVJEMBER.COM, JEMBER – Jembatan penghubung antara Kecamatan Bangsalsari dan Kecamatan Panti yang rusak akibat banjir bandang akhirnya mulai dibangun kembali melalui Program Jembatan Perintis Garuda. Jembatan tersebut selama bertahun-tahun menjadi akses vital bagi warga untuk kegiatan ekonomi maupun pendidikan.

Sebelum pembangunan dimulai, warga terpaksa menggunakan jembatan darurat dari bambu yang kondisinya rapuh dan berisiko membahayakan keselamatan. Padahal, jembatan tersebut merupakan jalur tercepat yang menghubungkan dua wilayah.

Salah seorang warga, Sultan Hasanudin, mengatakan keberadaan jembatan sangat penting karena mampu memangkas jarak tempuh secara signifikan.

“Kalau tidak ada jembatan ini, kami harus memutar sampai sekitar 12 kilometer untuk menuju Desa Panti. Padahal jarak dari rumah saya ke wilayah seberang hanya sekitar 300 meter dan bisa ditempuh kurang dari lima menit. Jembatan ini rusak sejak banjir bandang sekitar tujuh tahun lalu,” ujarnya.

Pembangunan jembatan dilakukan secara gotong royong oleh TNI Angkatan Darat bersama masyarakat setempat. Dandim 0824 Jember, Letkol Inf Rifqi Mumaad Syuhada, menjelaskan bahwa kerusakan jembatan dipicu meluasnya aliran sungai akibat banjir bandang yang pernah terjadi.

“Awalnya sungai ini memisahkan dua kampung. Setelah banjir bandang, lebar sungai melebar hingga sekitar 50 meter. Karena itu, kami dari TNI AD bersama masyarakat membangun Jembatan Perintis Garuda ini dengan harapan dapat menghubungkan kembali kedua wilayah dan memberikan dampak pembangunan, terutama dari sisi ekonomi masyarakat yang cukup tinggi,” jelasnya.

Meski menghadapi kendala medan yang sulit dan akses jalan yang tidak bisa dilalui kendaraan roda empat, pembangunan tetap berjalan. Kehadiran jembatan baru ini diharapkan mampu memperlancar mobilitas warga sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan akses pendidikan masyarakat di wilayah tersebut.

Reporter: Suyono

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *