FTVJEMBER.COM, JEMBER – Puluhan siswa taman kanak-kanak di Jember, Jawa Timur, mendapatkan pengalaman belajar yang berbeda. Mereka diajak menanam hingga memanen sayuran di kawasan wisata edukasi urban farming Bumi Mangli sebagai upaya mengenalkan dunia pertanian sejak dini.

Suasana berbeda tampak di kawasan wisata edukasi petik sayur di Perumahan Bumi Mangli, Kecamatan Kaliwates, Jember. Sejak Rabu pagi, puluhan siswa TK Al Amien, Kecamatan Patrang, terlihat antusias mengikuti kegiatan belajar bertani di kebun sayur urban farming.

Para siswa tidak hanya dikenalkan berbagai jenis tanaman, tetapi juga diajak praktik langsung. Mulai dari membuat lubang tanam, menanam bibit, merawat tanaman, hingga memanen hasilnya.

Meski berada di bawah terik matahari, para siswa tetap bersemangat dengan pendampingan guru dan petani. Mereka belajar menanam sawi serta memanen kemangi, kangkung, dan terong.

Salah satu siswa, Ahmad Aska, mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut.

“Menanam sayur, memetik kemangi dan terong bareng teman-teman. Senang sekali,” ujar Ahmad Aska.

Kegiatan pembelajaran luar ruang ini menjadi pengalaman baru bagi para siswa. Selain menambah pengetahuan, kegiatan ini juga memotivasi anak untuk mengenal berbagai jenis tanaman serta proses perawatan, termasuk penyiraman dan pemberian pupuk.

Guru TK Al Amien, Ratna Purnami, mengatakan kegiatan ini bertujuan menumbuhkan minat anak terhadap pertanian sejak dini.

“Ini menjadi motivasi kami agar anak-anak mengenal tanaman seperti kangkung, kemangi, dan terong. Anak-anak terlihat senang meskipun harus berpanas-panasan, mereka tetap semangat,” jelasnya.

Sementara itu, pengelola edukasi petik sayur, Sugiyanto, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang agar anak-anak memahami proses bertani secara menyeluruh.

“Kami memberikan pembelajaran mulai dari pengolahan lahan, menanam bibit, hingga perawatan seperti penyiraman dan pemupukan. Anak-anak juga kami ajarkan cara mengolah tanah secara manual dan menanam bibit satu per satu,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya belajar bertani, tetapi juga dikenalkan pentingnya menjaga lingkungan, melatih kemandirian, serta menanamkan kesadaran akan ketahanan pangan sejak usia dini.

Reporter: Suyono

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *