FTVJEMBER.COM, JEMBER – Serat tanaman gambas yang biasanya dianggap limbah dan dibuang begitu saja, kini berhasil diubah menjadi produk ramah lingkungan bernilai tinggi oleh seorang pemuda desa asal Kabupaten Jember. Produk tersebut bahkan sudah menembus pasar internasional hingga Korea Selatan dan mulai merambah Eropa.

Adalah Roni, warga Desa Seputih, Kecamatan Mayang, Jember, yang menjadi sosok di balik inovasi tersebut. Berawal dari keresahan karena harga gambas hasil panennya terus menurun, ia kemudian mencoba mengolah serat gambas menjadi produk bernilai tambah.

Kini, serat gambas di tangannya disulap menjadi spons alami untuk cuci piring, perlengkapan spa, hingga tas ramah lingkungan yang mudah terurai.

“Produk kami berupa spons alami untuk mandi dan cuci piring. Keistimewaannya, ketika sudah tidak terpakai bisa mudah terurai dan ramah lingkungan dibanding spons sintetis,” ujar Roni, perajin produk serat gambas.

Menurutnya, pemasaran produk tidak hanya dilakukan di pasar lokal, tetapi juga mulai merambah pasar internasional. Bahkan, pihaknya baru saja melakukan ekspor perdana ke Korea Selatan sebanyak sekitar seribu pieces.

“Untuk pemasaran kami sudah sampai pasar internasional. Kemarin kami ekspor ke Korea Selatan sekitar seribu pieces. Ke depan kami ingin ekspansi ke negara lain seperti Eropa. Kami juga sudah mengirim sampel ke Polandia, Australia, dan China,” tambahnya.

Proses pengolahan serat gambas pun cukup sederhana. Serat dijemur hingga kering, kemudian dipotong, dipipihkan, dijahit, dan dibentuk menjadi berbagai produk siap pakai.

Sementara itu, Elizabeth Puspaningrum selaku funding ekspor mengatakan produk berbahan serat gambas memiliki peluang besar di pasar luar negeri karena dinilai ramah lingkungan dan mendukung gaya hidup berkelanjutan.

“Kami sudah ekspor ke Korea Selatan dan mengirim beberapa sampel ke Hongkong, Malaysia, Singapura, hingga Australia. Produk ini potensinya besar karena ramah lingkungan dan banyak diminati untuk kebutuhan spa maupun kecantikan,” jelas Elizabeth.

Di sisi lain, Staf Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Jember, Bagus Efrilian, mengapresiasi inovasi yang dilakukan Roni karena dinilai mampu mengurangi penggunaan sampah plastik sekaligus membuka peluang ekonomi desa.

“Ini bentuk inovasi untuk mengurangi sampah plastik. Produk dari serat gambas sangat bermanfaat dan memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai usaha ekonomi masyarakat desa,” ungkap Bagus.

Inovasi pengolahan serat gambas tersebut menjadi bukti bahwa potensi hasil bumi desa dapat memiliki nilai ekonomi tinggi jika dikelola secara kreatif dan inovatif.

Reporter: Anas H
Editor: Suyono

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *