Kantor Imigrasi Kelas I TPI Jember meluncurkan inovasi layanan terbaru bernama Jempol Asing atau Jemput Bola Layanan Orang Asing. Program ini ditujukan untuk mempermudah pengurusan izin tinggal bagi warga negara asing (WNA), tenaga kerja asing, hingga kelompok rentan tanpa harus datang langsung ke kantor imigrasi.

Peluncuran program tersebut dilakukan dalam kegiatan media gathering di salah satu kafe di Kecamatan Sukorambi, Jember, Rabu siang, 20 Mei 2026.

Kasi Izin Tinggal dan Status Keimigrasian Kantor Imigrasi Jember, Eko Santoso mengatakan, layanan Jempol Asing memungkinkan petugas datang langsung ke rumah atau lokasi pemohon untuk melakukan proses biometrik dan administrasi keimigrasian.

“Inovasi Jempol Asing adalah layanan jemput bola, di mana petugas datang langsung ke rumah pemohon, khususnya bagi tenaga kerja asing dan kelompok rentan seperti penyandang disabilitas, lansia, anak di bawah umur, ibu menyusui, dan ibu hamil,” ujar Eko Santoso.

Menurutnya, layanan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat yang memiliki keterbatasan untuk datang langsung ke kantor imigrasi.

Untuk mengajukan layanan ini, pemohon diwajibkan mendaftar melalui akun evisa.imigrasi.go.id. Setelah proses verifikasi selesai dan jadwal biometrik ditentukan, pemohon yang tidak dapat hadir langsung ke kantor dapat mengajukan layanan Jempol Asing.

Eko menambahkan, program tersebut telah dijalankan dalam dua kegiatan dan mendapat respons positif dari para pemohon.

“Selama ini testimoni dari pemohon sangat mendukung dan mengapresiasi inovasi ini. Sementara target layanan masih di wilayah Jember kota, namun ke depan akan dikembangkan ke Lumajang dan Bondowoso sesuai wilayah kerja Kantor Imigrasi Jember,” tambahnya.

Selain meningkatkan pelayanan, program ini juga menjadi sarana pengawasan terhadap keberadaan orang asing di wilayah kerja Kantor Imigrasi Jember.

Kalangan jurnalis menilai forum komunikasi seperti media gathering tersebut penting untuk memperkuat keterbukaan informasi dan mempermudah proses konfirmasi terkait isu-isu keimigrasian, termasuk maraknya hoaks soal tenaga kerja asing.

Reporter: Anas H
Editor: Suyono

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *