FTVJEMBER.COM, JEMBER – Aksi seorang kurir ekspedisi di Kabupaten Jember yang mengaku menjadi korban begal ternyata hanya rekayasa. Cerita tersebut sengaja dibuat untuk menutupi penggunaan uang COD milik perusahaan senilai Rp8 juta yang dipakai untuk kebutuhan pribadi dan membayar utang.

Pelaku berinisial FR (22), warga Desa Kemuningsari, Kecamatan Panti, Jember. Sebelumnya, ia mengaku menjadi korban pembegalan saat hendak mengantarkan paket pada Jumat malam. Kepada warga dan petugas kepolisian, FR mengaku tas berisi uang COD sebesar Rp8 juta dirampas oleh dua orang tak dikenal yang mengendarai sepeda motor.

Informasi tersebut sempat viral di media sosial dan memicu keresahan masyarakat. Polisi yang menerima laporan kemudian melakukan penyelidikan dan pemeriksaan terhadap korban.

Namun, hasil penyelidikan mengungkap fakta berbeda. Setelah dilakukan interogasi mendalam, FR mengakui bahwa cerita pembegalan tersebut hanyalah karangan untuk menutupi uang perusahaan yang telah digunakannya.

Kanit Pidum Satreskrim Polres Jember, IPDA Andry Yuni Prasetyo, mengatakan pihaknya menemukan ketidaksesuaian antara keterangan korban dengan fakta di lapangan.

> “Dari interogasi awal kami menemukan keterangan yang tidak sesuai dengan fakta. Setelah dilakukan penyelidikan, diketahui yang bersangkutan membuat cerita fiktif seolah-olah menjadi korban begal dengan kerugian Rp8 juta. Uang tersebut merupakan hasil COD saat bekerja sebagai kurir ekspedisi dan digunakan untuk kebutuhan ekonomi serta membayar utang pribadi,” ujar IPDA Andry Yuni Prasetyo.

Polisi juga menemukan sejumlah bukti transaksi yang menguatkan pengakuan pelaku terkait penggunaan uang tersebut.

Kepolisian mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi, terutama terkait dugaan tindak kriminal yang berpotensi menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat.

Reporter: Suyono

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *