FTVJEMBER.COM, JEMBER – Di tengah menjamurnya kuliner modern, sebuah warung pecel tradisional di Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember, tetap mempertahankan cita rasa warisan keluarga hingga empat generasi. Keunikan penggunaan daun jati sebagai alas dan pembungkus menjadi daya tarik tersendiri bagi pelanggan.

Warung Nasi Pecel Godong Jati yang kini dikelola generasi keempat tersebut masih mempertahankan resep bumbu kacang turun-temurun. Selain memberikan aroma khas, daun jati juga dipercaya membuat sajian lebih nikmat saat disantap.

Pengelola warung generasi keempat, Nasril Gibran Firmansyah, mengatakan usaha kuliner tersebut telah diwariskan sejak masa buyutnya.

> “Kami memang masih menggunakan daun jati karena aromanya khas, lebih awet, dan membuat pecel terasa lebih enak. Usaha ini sudah masuk generasi keempat, diwariskan sejak zaman buyut. Pelanggan datang tidak hanya dari Ambulu, tetapi juga dari luar kota seperti Jember dan Lumajang,” kata Nasril Gibran Firmansyah.

Keunikan tersebut membuat warung ini tetap ramai dikunjungi pelanggan dari berbagai daerah. Selain saat sarapan, banyak pelanggan datang hingga siang dan sore hari untuk menikmati pecel dengan cita rasa tradisional.

Salah satu pelanggan, Astrid, mengaku tertarik karena penyajiannya berbeda dibanding pecel pada umumnya.

> “Yang menarik, pecel ini disajikan menggunakan daun jati dan daun pisang sehingga aromanya sangat khas. Rasanya lebih nikmat dan unik. Tempat ini layak direkomendasikan untuk makan siang maupun sore karena harganya juga terjangkau,” ujar Astrid.

Dengan harga mulai Rp8 ribu per porsi, Nasi Pecel Godong Jati terus bertahan sebagai salah satu kuliner legendaris di Jember sekaligus menjadi bukti bahwa warisan kuliner tradisional masih memiliki tempat di hati masyarakat.

Reporter: Suyono

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *