FTVJEMBER.COM, JEMBER – Duka mendalam masih menyelimuti keluarga Syaiful Afandi, kurir ekspedisi asal Desa Purwoasri, Kecamatan Gumukmas, Jember, yang tewas diduga dibunuh oleh teman masa kecilnya sendiri.

Setelah menjalani autopsi di RSD dr. Soebandi Jember, jenazah korban langsung dimakamkan oleh pihak keluarga. Kepergian korban meninggalkan luka mendalam bagi kedua orang tuanya karena Syaiful merupakan putra semata wayang keluarga.

Polisi telah menetapkan Radja Abdilla sebagai tersangka dalam kasus tersebut. Berdasarkan hasil pemeriksaan, tersangka mengaku menyimpan dendam lama karena merasa kerap menjadi korban perundungan saat masih duduk di bangku sekolah dasar.

Ibu korban, Sofia, mengaku sejak awal sudah memiliki firasat buruk ketika anaknya tidak kunjung pulang dan tidak bisa dihubungi.

“Biasanya anak saya selalu berpamitan sebelum keluar rumah. Saat itu setelah salat saya mendengar pintu tertutup dan ketika saya cari ternyata sudah tidak ada. Awalnya telepon masih aktif, tetapi setelah Isya sudah tidak bisa dihubungi. Saya sempat menanyakan kepada beberapa orang dan juga menghubungi pelaku. Di dalam hati saya sudah merasa ada sesuatu yang tidak beres. Saya hanya berdoa kepada Allah agar jika memang anak saya sudah meninggal, jasadnya bisa segera ditemukan,” ungkap Sofia.

Sofia mengaku sangat terpukul melihat kondisi anaknya saat ditemukan.

“Yang membuat saya sedih, anak saya ditemukan dalam kondisi terikat. Saya hanya berharap pelaku dihukum seberat-beratnya karena perbuatannya sangat kejam. Selama ini saya selalu baik kepada dia dan dia juga sering datang ke rumah,” ujarnya.

Hingga kini, rumah kosong di Desa Bagorejo, Kecamatan Gumukmas, yang diduga menjadi lokasi pembunuhan masih dipasang garis polisi. Penyidik masih melengkapi berkas perkara untuk proses hukum lebih lanjut.

Reporter: Suyono

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *