FTVJEMBER.COM, Jember – Pemadaman listrik yang berulang kali terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Jember mulai berdampak pada sektor budidaya ikan koi. Para pembudidaya mengeluhkan kematian ikan, meningkatnya biaya operasional, hingga ancaman kerugian akibat terganggunya pasokan oksigen di kolam.
Salah satu pembudidaya ikan koi di Kelurahan Bintoro, Kecamatan Patrang, Wahyu Arifan, mengaku beberapa ekor ikan miliknya mati dan mengalami stres setelah terjadi pemadaman listrik tanpa pemberitahuan.
Menurut Wahyu, dalam tiga pekan terakhir pemadaman listrik di wilayahnya sudah terjadi sekitar lima kali. Kondisi tersebut memaksanya mengoperasikan genset untuk menjaga aerator tetap menyala.
> “Kalau saya memang dari dulu sudah menyediakan genset. Tapi genset itu tidak bisa meng-cover kolam sebesar ini, hanya untuk menghidupi aerator saja. Jelas biaya bertambah untuk BBM, ditambah biaya obat-obatan yang juga meningkat. Dalam tiga minggu terakhir mungkin sudah lima kali terjadi pemadaman,” ujar Wahyu.
Sementara itu, Sekretaris Jember Koi Club, Nursalim, menyebut pemadaman listrik menjadi ancaman serius bagi para pembudidaya ikan koi karena kolam modern sangat bergantung pada sistem filtrasi dan aerator yang bekerja selama 24 jam.
> “Kami mengharapkan teman-teman pembudidaya mengantisipasi dengan menyediakan genset dan memastikan kapasitas filter sesuai jumlah ikan. Jika ada informasi pemadaman sebelumnya, sebaiknya satu hari sebelum pemadaman ikan tidak diberi pakan agar tidak terjadi penumpukan amonia yang bisa membuat ikan sakit bahkan mati,” kata Nursalim.
Para pembudidaya berharap pemadaman listrik dapat diminimalkan atau setidaknya diinformasikan lebih awal agar mereka memiliki waktu melakukan langkah antisipasi untuk menjaga kelangsungan usaha budidaya ikan koi.
Reporter: Suyono
