FTVJEMBER.COM, JEMBER – Pemerintah Kabupaten Jember kembali menggulirkan program Bunga Desaku yang diintegrasikan dengan layanan Homecare di Kecamatan Sumberbaru pada Minggu (9/8/2026). Bupati Jember, Muhammad Fawait, turun langsung menyisir kediaman warga di pelosok desa guna memastikan pelayanan medis sekaligus memantau kondisi sosial-ekonomi masyarakat.
Bupati Gus Fawait menjelaskan bahwa program Homecare disiapkan sebagai bentuk pemeriksaan kesehatan rutin bulanan oleh tim dokter keluarga yang menyasar lima kategori warga rentan. Menurutnya, skema jemput bola ini tidak hanya efektif mendiagnosis penyakit, tetapi juga memotret realitas ekonomi masyarakat akar rumput.
Dalam agenda peninjauan tersebut, Bupati Gus Fawait mendatangi tiga rumah warga dengan kondisi kesehatan berbeda, yakni Rukati (72) penderita hipertensi, Suyanto (64) penderita stroke ringan, serta Sahira Aprilia Putri (16) penderita down syndrome.
“Rukati ini berada dalam kondisi emosional yang menyentuh lantaran hidup sendirian. Selama ini, yang bersangkutan harus berjuang dan menanggung beban hidup seorang diri saat mengalami sakit maupun kesulitan ekonomi,” papar Bupati Gus Fawait.
Hasil pemeriksaan medis menunjukkan kondisi kesehatan Rukati relatif stabil sehingga tidak memerlukan rujukan ke dokter spesialis. Sementara untuk Suyanto, petugas medis langsung memberikan fasilitas konsultasi telemedicine bersama dokter spesialis beserta resep obat yang dibutuhkan.
Adapun Sahira Aprilia Putri, warga di wilayah kerja Puskesmas Rowotengah, juga mendapatkan tindakan penanganan medis dari petugas kesehatan.
“Hasil pemeriksaan standar menunjukkan kondisi kesehatannya cukup baik, sehingga petugas memberikan bantuan vitamin serta paket sembako,” lanjutnya.
Di samping menangani masalah kesehatan, Bupati Gus Fawait juga menyoroti kondisi fisik bangunan tempat tinggal ketiga warga tersebut yang dinilai sangat prihatin.
“Dari peninjauan ketiga rumah tersebut, ditemukan bahwa seluruh kediaman yang dikunjungi sudah tidak layak huni. Sebagian besar bangunan masih berdinding bambu dan berlantai tanah. Atas temuan ini, Pemerintah Kabupaten Jember berkomitmen mengusulkan ketiga rumah tersebut untuk masuk dalam program perbaikan atau bedah rumah,” tegasnya.
Salah seorang penerima manfaat, Rukati, merupakan warga Desa Yosorati yang harus menjalani masa tuanya sebatang kara setelah sang suami wafat lebih dari satu dekade silam, sementara anak-anaknya telah memilih menetap bersama keluarga masing-masing.
Mengenang kepergian almarhum suaminya, Rukati menceritakan bahwa suaminya sempat berjuang melawan rasa sakit di area pinggang dan sendi sebelum akhirnya kondisinya menurun drastis dan mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Jatiroto.
Di usianya yang kian senja, kondisi fisik Rukati kerap menurun akibat demam dan pusing yang sering kambuh. Meski demikian, kedatangan tim medis dan jajaran Pemkab Jember yang memantau kondisinya secara langsung memberikan rasa tenang dan kebahagiaan tersendiri baginya.
“Saya sangat bersyukur atas kepedulian para tenaga kesehatan yang mau turun langsung memantau kondisi saya. Terimakasih,” ucapnya Rukati.
Reporter: Anas Hidayat
Editor: Suyono
