FTVJEMBER.COM,JEMBER – Dampak musim kemarau di Kabupaten Jember tidak lagi hanya melanda wilayah pedesaan, melainkan mulai meluas ke kawasan perkotaan. Warga Lingkungan Plinggian, Kelurahan Antirogo, Kecamatan Sumbersari, kini mengalami krisis air bersih setelah sumur-sumur warga mengering sejak beberapa bulan terakhir.

Guna meringankan beban masyarakat, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jember memasang dua unit tandon air berkapasitas masing-masing 1.200 liter di pemukiman warga pada Kamis (13/8/2026).

Suprikto, salah seorang warga terdampak, menceritakan bahwa sumur di pemukimannya telah mengering selama hampir tiga bulan. Sebelum bantuan tandon datang, warga terpaksa berjalan jauh menempuh medan yang terjal demi mendapatkan air bersih dari mata air tepi sungai.

“Tahun ini ini baru tiga bulan, ini biasanya sumur-sumur sini kemarau satu bulan baru sudah mulai kering. Sangat kesulitan. Selama ini ngambil di mata air sumber yang ada di pinggir sungai. Ya satu memang jarak tempuhnya jauh, yang kedua kalinya jalannya dari pinggir jalan ke sungai itu kan jalan setapak tapi terjal,” ujar Suprikto.

Selain untuk kebutuhan konsumsi, debit air sungai yang diandalkan warga untuk kebutuhan MCK (mandi, cuci, kakus) juga terus menyusut seiring panjangnya kemarau.

Menanggapi keluhan tersebut, PMI Kabupaten Jember menerjunkan tim asesmen dan menyalurkan bantuan air bersih secara berkala menggunakan truk tangki berkapasitas 5.000 liter untuk mengisi tandon yang telah terpasang.

Kepala Bidang Penanggulangan Bencana PMI Jember, Narto, menjelaskan bahwa bantuan air bersih ini diperuntukkan bagi puluhan keluarga yang terdata paling terdampak krisis air.

“Distribusi ini tentu mendasarkan hasil asesmen dari tim asesmen PMI bahwa warga Dusun Plinggian, khususnya di RT 02 dan RW 03/RW 07, ini ada sekitar 90 KK dengan jumlah warga sekitar 250 jiwa. Memang kekurangan air karena selama ini kalau kekurangan air mengandalkan sumber air alami yang tempatnya gak jauh. Belakangan ini karena kemarau panjang, sumber airnya juga mengecil bahkan seringkali antre,” jelas Narto.

Meluasnya dampak kemarau hingga kawasan perkotaan seperti Kecamatan Sumbersari menjadi sinyal penting bahwa kewaspadaan terhadap krisis air bersih di Kabupaten Jember perlu terus ditingkatkan secara intensif.

Reporter: Suyono

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *