FTVJEMBER.COM, JEMBER – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, nasib kurang beruntung dialami para pedagang pernak-pernik Agustusan musiman di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Hasil penjualan bendera hingga umbul-umbul tahun ini mengalami penurunan omzet cukup drastis akibat sengitnya persaingan dengan toko-toko online (e-commerce).

Kondisi sepi pembeli salah satunya dirasakan para pedagang yang menggelar lapaknya di sepanjang Jalan Basuki Rahmat, Kecamatan Kaliwates, Jember.

Salah seorang pedagang bendera musiman, Amiruddin, menceritakan bahwa penurunan omzet penjualan tahun ini terasa sangat menohok. Jika pada tahun-tahun sebelumnya ia mampu menyetok modal barang hingga Rp25 juta, kini ia hanya berani menyetok sekitar Rp15 juta saja.

“Kalau yang ini ukurannya 90 × 120 sama umbul-umbul sama bendera itu yang laris, itu sudah yang lainnya tidak seberapa cepet. Sekarang ini jauh ga kayak tahun kemaren, biasanya ya pengambilan Rp25 juta terus sekarang pengambilan cuma Rp15 juta. Itu karena dampaknya ada online gitu, jadi mengurangi jauh drastis gitu,” pukas Amiruddin pada Kamis (13/8/2026).

Selain penurunan omzet, Amiruddin juga membeberkan bahwa durasi masa ramai pembeli tahun ini berjalan jauh lebih singkat dibandingkan tahun lalu.

“Kalau tahun dulu itu kalau sudah tanggal 20 (Juli) itu mulai ramai terus sampai tanggal 10 (Agustus) ini baru ngurangi. Kalau sekarang ini tanggal 29 (Juli) ini baru mulai karena keramaian, terus tanggal 3 (Agustus) sudah ngurangi gitu,” jelasnya.

Kendati lapak-lapak di pinggir jalan kian sepi akibat gempuran pasar digital, beberapa pembeli mengaku masih lebih mantap berbelanja pernak-pernik kemerdekaan secara langsung di lapak UMKM lokal.

Susanto, salah seorang pembeli, beralasan memilih berbelanja langsung di tepi jalan karena dinilai lebih praktis, bisa menawar harga secara langsung, sekaligus memutar roda ekonomi pedagang lokal.

“Untuk kebutuhan kemerdekaan 17 Agustus, untuk memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia, karena penting sekali bendera ini dipajang di depan rumah, di gang, dan di teras rumah. Daripada kita berangkat jauh ke tokonya, ini kan ada di pinggir jalan sekalian sama UMKM-nya dibeli juga, lebih simpel dan harga terjangkau,” tutur Susanto.

Para pedagang musiman berharap sisa hari menjelang detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI dapat mendatangkan berkah susulan, serta mengimbau warga untuk tetap meramaikan dan memborong produk pedagang kecil di pinggir jalan.

Reporter: Suyono

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *