FTVJEMBER.COM, JEMBER – Bupati Jember, Muhammad Fawait, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas keberhasilan ribuan mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif Jember 2026. Momentum penarikan mahasiswa yang dikemas dalam agenda Ngaji Kebangsaan tersebut berlangsung meriah di Alun-Alun Jember Nusantara pada Senin (24/8/2026) sore.

Sebagai bentuk rasa hormat dan terima kasih dari pemerintah daerah, Bupati yang akrab disapa Gus Fawait tersebut secara spontan membungkukkan badan di hadapan 3.044 mahasiswa dari 17 perguruan tinggi yang hadir.

Aksi simbolis tersebut dilakukan Gus Fawait bersama jajaran pejabat Pemkab Jember atas dedikasi para mahasiswa yang terjun ke 248 desa dan kelurahan sejak 21 Juli hingga 23 Agustus 2026. Salah satu capaian krusial para mahasiswa yakni menyelesaikan proses verifikasi dan validasi (verfal) faktual data masyarakat desil 2 hingga mencapai 85 persen.

“Alhamdulillah kami atas nama Pemerintah Kabupaten Jember memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran Rektor dari berbagai kampus, baik di Jember maupun di luar Jember, dosen-dosen, dan juga ada PIC, dan juga Adik-adik mahasiswa yang telah membantu Pemerintah Kabupaten Jember banyak hal, termasuk untuk melakukan verifikasi data desil 2. Alhamdulillah 85% terselesaikan,” ujar Bupati Gus Fawait.

Gus Fawait menegaskan, aksi membungkukkan badan tersebut murni sebagai wujud apresiasi atas kontribusi nyata para mahasiswa bagi masyarakat Kabupaten Jember.

“Ini tadi saya secara simbolis membungkukkan diri bersama seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Jember sebagai bentuk apresiasi kepada Adik-adik mahasiswa. Terima kasih sekali lagi. Nanti cuma tinggal 15%, insyaallah kita selesaikan. Masalahnya memang alamatnya belum jelas dan lain sebagainya. Itu kendala sebetulnya di lapangan yang terjadi,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Penanggung Jawab KKN Kolaboratif Jember 2026, Siti Roudlotul Hikamah, menjelaskan bahwa secara keseluruhan efektivitas pencapaian seluruh program mahasiswa KKN di lapangan berhasil menyentuh angka 90 hingga 95 persen.

“Tantangannya beberapa di verfal itu karena beberapa data yang tertata di desil itu tidak ada alamat yang jelas. Jadi RT 0, RW 0, itu kendalanya. Sehingga mahasiswa kesulitan untuk menemukan itu, mencari itu. Sehingga kekurangan yang 14 sekian persen karena itu. Secara umum kalau verfal 90, 95% tercapai sudah semuanya secara total,” kata Siti Roudlotul Hikamah.

Selain verifikasi data kemiskinan desil 2, mahasiswa KKN Kolaboratif 2026 juga sukses mengawal penguatan pemilahan sampah mandiri hingga sosialisasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui aplikasi Viola. Pemkab Jember berkomitmen untuk segera menindaklanjuti seluruh hasil temuan dan rekomendasi mahasiswa KKN demi percepatan pembangunan desa.

Reporter: Anas Hidayat
Editor: Suyono

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *