FTVJEMBER.COM, JEMBER – Bupati Jember, Muhammad Fawait, meresmikan Klinik Pahlawan Devisa di Rumah Sakit Daerah (RSD) Balung, Senin petang. Klinik khusus calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) tersebut menyediakan layanan medical check-up (MCU) dengan tarif Rp450 ribu dan diklaim menjadi yang termurah di Jawa Timur.

Peresmian ditandai dengan pemotongan pita oleh Bupati Jember yang kemudian dilanjutkan dengan peninjauan fasilitas pemeriksaan kesehatan bagi calon PMI.

Hadirnya klinik ini menjadi jawaban atas kebutuhan calon pekerja migran asal Jember yang selama ini harus pergi ke luar kota untuk menjalani pemeriksaan kesehatan sebagai syarat bekerja di luar negeri.

Kabupaten Jember sendiri dikenal sebagai salah satu daerah penyumbang pekerja migran terbesar di Jawa Timur. Setelah sebelumnya menghadirkan Posko Pekerja Migran pada 2025, Pemerintah Kabupaten Jember kini kembali memperkuat layanan melalui Klinik Pahlawan Devisa di RSD Balung.

Bupati Jember, Muhammad Fawait, mengatakan layanan ini dihadirkan untuk mempermudah calon PMI sekaligus menekan biaya pemeriksaan kesehatan.

“Selama ini di Jember ada keluhan karena calon pekerja migran harus keluar kota untuk medical check-up. Hari ini rumah sakit daerah, termasuk RSD Balung, sudah siap menjadi tempat pemeriksaan kesehatan bagi CPMI,” ujar Muhammad Fawait.

Ia menambahkan, tarif pemeriksaan kesehatan yang sebelumnya mencapai Rp750 ribu kini resmi diturunkan menjadi Rp450 ribu setelah klinik diresmikan.

“Saya sampaikan kepada direktur rumah sakit, setelah peresmian ini biaya MCU ditetapkan Rp450 ribu. Ini menjadi tarif paling murah di Jawa Timur, karena di rumah sakit lain rata-rata di atas Rp450 ribu, ada yang Rp500 ribu hingga Rp700 ribu,” tambahnya.

Salah seorang calon PMI asal Kecamatan Wuluhan, Desta Pratama, mengaku terbantu dengan hadirnya layanan tersebut. Ia berencana bekerja di Jepang pada sektor konstruksi dan datang ke RSD Balung untuk mengambil hasil medical check-up sebagai syarat kontrak kerja.

“Pelayanannya memuaskan. Pemeriksaannya lengkap, mulai dari rontgen paru-paru, tes jantung, tes urine, sampai tes darah. Hasilnya keluar sekitar dua hari dan saya dinyatakan lolos,” kata Desta.

Pemerintah Kabupaten Jember berharap kemudahan layanan ini dapat menjadi langkah nyata untuk menekan angka pekerja migran non-prosedural atau ilegal di daerah tersebut.

Reporter: Anas H
Editor: Suyono

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *