FTVJEMBER.COM, JEMBER – Ratusan hektare lahan jagung di Dusun Krebet, Kecamatan Gumukmas, Kabupaten Jember, terancam gagal panen akibat serangan hama tikus yang terjadi dalam dua pekan terakhir.
Serangan hama tersebut merusak tongkol jagung yang sudah memasuki masa panen. Akibatnya, sebagian besar hasil panen tidak layak dijual dan petani diperkirakan mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah.
Salah seorang petani, Mohammad Holil, mengaku tanaman jagung miliknya sebelumnya tumbuh sangat baik. Namun saat tongkol mulai terbentuk dan mendekati masa panen, tikus menyerang secara masif.
“Awalnya kondisi jagung sangat bagus. Setelah buah mulai keluar dan rambut jagung memerah, tanaman mulai diserang hama tikus. Yang dimakan adalah buahnya hingga hanya tersisa janggel. Serangan terjadi saat tanaman sudah berbuah dan tinggal sekitar setengah bulan lagi menuju panen, sehingga kerugiannya sangat besar,” kata Mohammad Holil.
Ketua Kelompok Tani setempat, Nuryasin, menyebut serangan hama tikus telah berdampak pada sekitar 100 hektare lahan jagung di wilayah Gumukmas.
“Serangan hama tikus hampir mencapai 50 persen. Sebelumnya yang banyak diserang adalah padi, namun saat musim jagung kondisinya justru lebih parah. Dalam satu malam serangan bisa meluas. Jika kerusakan sudah mencapai 50 persen seperti ini, harapannya sangat kecil dan petani terancam gagal panen. Luas lahan terdampak di Gumukmas sekitar 100 hektare,” ujarnya.
Selain jagung, petani juga melaporkan serangan hama tikus pada tanaman padi dan jeruk. Mereka berharap pemerintah segera mengambil langkah pengendalian untuk menekan populasi hama dan mencegah kerugian yang lebih besar.
Reporter: Suyono
