FTVJEMBER.COM, JEMBER – Kebakaran melanda Kantor Balai Taman Nasional Meru Betiri (TNMB) di Jalan Sriwijaya, Kecamatan Sumbersari, Jember, Senin (31/8/2026) malam.
Api pertama kali muncul dari bagian luar kantor yang digunakan sebagai gudang penyimpanan barang aset bekas dan kertas. Kobaran api kemudian merambat ke bagian atap bangunan yang sebagian besar masih menggunakan konstruksi kayu.
Kepala Balai TN Meru Betiri Jember, Wiwied Widodo, mengatakan pihaknya belum mengetahui secara pasti sumber api. Saat kebakaran terjadi, sejumlah pegawai masih berada di kantor dan sempat berupaya melakukan pemadaman secara mandiri.
> “Kita belum tahu apinya dari mana. Kita sudah sempat melakukan upaya sebisanya. Teman-teman di kantor staf juga berusaha melakukan pemadaman. Tapi ternyata api sudah sampai ke atap,” kata Wiwied.
Karena api semakin membesar, pihak kantor kemudian menghubungi petugas pemadam kebakaran. Petugas tiba sekitar 10 menit setelah menerima laporan.
Menurut Wiwied, konstruksi bangunan yang sudah lama dan banyak menggunakan material kayu membuat api cepat merambat.
> “Karena bangunannya konstruksi lama dan kelihatannya berbahan kayu, api cepat sampai ke atap,” ujarnya.
Wakil Danru C UPT Damkar Jember, Royudi, mengatakan proses pemadaman berlangsung sekitar satu jam. Petugas kemudian melanjutkan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala.
> “Untuk pemadaman kurang lebih satu jam baru padam, kemudian langsung dilakukan pendinginan. Kami menerima informasi sekitar pukul 19.00 lebih, setelah salat Isya,” jelas Royudi.
Sebanyak dua unit armada pemadam kebakaran awalnya diterjunkan ke lokasi. Karena melihat kobaran api cukup besar, petugas kemudian meminta bantuan dari Posko Rambipuji.
Proses pemadaman juga dibantu armada tangki dan personel BPBD Jember, TNI, Polri serta warga sekitar.
> “Alhamdulillah ada bantuan dari BPBD berupa tangki dan personel, juga bantuan dari TNI, Kepolisian dan warga. Untuk korban jiwa masih nihil,” katanya.
Royudi menyebut proses pemadaman dan pendinginan menghabiskan hampir lima tangki air.
Sementara itu, dugaan sementara kebakaran dipicu gangguan kelistrikan. Namun, pihak kepolisian masih melakukan olah tempat kejadian perkara untuk memastikan penyebab pasti kebakaran.
Reporter: Anas H
Editor: Suyono
