FTVJEMBER.COM, Jember – Pemadaman listrik bergilir yang terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Jember mulai dirasakan dampaknya oleh pelaku usaha mikro. Salah satunya adalah usaha laundry yang sangat bergantung pada pasokan listrik untuk menjalankan operasional sehari-hari.
Ibnu, pemilik usaha laundry di Kelurahan Mangli, Kecamatan Kaliwates, mengaku mengalami kesulitan karena pemadaman listrik sering terjadi tanpa pemberitahuan sebelumnya.
> “Sebetulnya kami sangat kecewa. Kalau memang ada pemadaman bergilir, kami harus mengikuti kebijakan yang ada. Namun yang membuat kecewa adalah tidak adanya pemberitahuan. Tiba-tiba listrik mati, padahal usaha laundry sangat bergantung pada listrik untuk menjalankan mesin-mesin yang digunakan setiap hari,” ujar Ibnu.
Ia menambahkan, keterlambatan penyelesaian cucian akibat pemadaman listrik berpotensi menimbulkan keluhan pelanggan bahkan membuat pelanggan beralih ke tempat lain.
Para pelaku usaha laundry berharap PLN dapat memberikan informasi lebih awal terkait jadwal pemadaman agar mereka dapat mengatur pekerjaan dan meminimalkan kerugian akibat terganggunya operasional usaha.
Reporter: Anas Hidayat
Editor: Suyono
