FTVJEMBER.COM, Jember – Para purnakarya perkebunan di Jember berupaya tetap produktif setelah memasuki masa pensiun. Mereka memanfaatkan aset perkebunan melalui program pemanfaatan aset untuk mengembangkan lahan pertanian.
Salah satunya dilakukan di Dusun Peji, Desa Lengkong, Kecamatan Mumbulsari, Jember. Para purnakarya yang tergabung dalam Forum Komunikasi Purnakarya Perkebunan Nusantara (FKPPN) mengelola lahan seluas sekitar 90 hektare untuk komoditas tebu.
Panen raya tebu digelar pada Selasa siang dan dihadiri jajaran Muspika Mumbulsari, tokoh agama, serta perangkat desa setempat.
Ketua DPW FKPPN Jawa Timur Manshyur mengatakan, lahan seluas 90 hektare tersebut menjadi salah satu upaya para purnakarya untuk tetap produktif sekaligus memperoleh tambahan penghasilan.
“Untuk area yang kita terima kurang lebih 90 hektare. Kemarin kita sudah menyurat ke Dirjen dan holding agar mendapatkan tambahan area kurang lebih 300 hektare, karena jumlah pensiunan semakin banyak,” kata Manshyur.
Ia berharap pemerintah melalui PTPN 1 dapat memberikan tambahan lahan agar program tersebut bisa terus berkembang dan menjangkau lebih banyak purnakarya.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal DPN FKPPN Baginda Panggabean mengatakan, pola pemanfaatan aset tersebut diharapkan dapat dikembangkan di wilayah perkebunan lainnya.
Menurutnya, komoditas yang dikembangkan dapat disesuaikan dengan karakteristik dan potensi masing-masing wilayah. Di Jember, tebu dinilai cocok untuk dikembangkan, sementara daerah lain dapat memilih komoditas berbeda.
“Kalau di sini memang cocok untuk tebu. Mungkin nanti di Lampung ubi kayu, di Sumatera bisa saja ubi kayu dan tebu. Kultur tekniknya sama, tekstur tanahnya sama. Mungkin ini yang nanti kami kembangkan ke wilayah-wilayah lain,” ujarnya.
Program tersebut diharapkan tidak hanya memberikan tambahan penghasilan bagi para purnakarya, tetapi juga membuat aset perkebunan tetap produktif dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Reporter: Suyono
