ftvjember.com, Jember – Ribuan warga memadati jalan utama Desa Puger Kulon, Kecamatan Puger, Senin (29/6/2026), untuk menyaksikan Kirab Budaya yang menjadi bagian dari rangkaian Selamatan Desa dan tradisi Petik Laut.
Kirab budaya tersebut sekaligus menjadi puncak peringatan Hari Jadi Desa Puger Kulon ke-150. Beragam kesenian tradisional, hasil bumi, hingga replika perahu jolen ditampilkan dalam arak-arakan yang berlangsung meriah.
Mengusung tema Pandalungan, kirab budaya mempertemukan masyarakat Desa Puger Kulon dan Puger Wetan dalam satu perayaan. Selain menjadi bentuk rasa syukur atas limpahan hasil laut, kegiatan ini juga menjadi ajang pelestarian budaya masyarakat pesisir.
Kepala Desa Puger Kulon, Nurhasan, mengatakan tema Pandalungan dipilih sebagai simbol kebersamaan masyarakat dalam memperingati hari jadi desa sekaligus tradisi Petik Laut.
“Tema tahun ini Pandalungan. Selain memperingati hari jadi Desa Puger Kulon ke-150, kirab budaya ini menjadi bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas rezeki yang diberikan. Peserta berasal dari Puger Kulon dan Puger Wetan yang berbaur menjadi satu. Antusiasme masyarakat luar biasa, bahkan kegiatan ini ikut menggerakkan perekonomian warga karena banyak pengunjung dari luar daerah datang dan berbelanja di Puger Kulon,” ujar Nurhasan.
Ia berharap tradisi Petik Laut dan prosesi larung sesaji yang menjadi agenda puncak dapat terus berkembang dan semakin meriah pada tahun-tahun mendatang.
Salah seorang penonton, Karisma, mengaku bangga dengan tingginya antusiasme masyarakat dalam mengikuti kirab budaya tersebut.
“Masyarakat sangat antusias menyambut acara bersih desa dan Petik Laut. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya melestarikan budaya lokal yang merupakan warisan leluhur dan perlu terus dijaga,” katanya.
Kirab budaya menjadi pembuka menuju puncak tradisi Petik Laut, yakni prosesi larung sesaji yang dijadwalkan berlangsung pada hari berikutnya.
Reporter: Tim Liputan
