FTVJEMBER.COM, JEMBER – Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Kabupaten Jember meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Pakusari selama musim kemarau.
Langkah tersebut dilakukan setelah insiden kebakaran yang terjadi pada 4 Juli lalu. Kini, petugas disiagakan selama 24 jam dengan dukungan satu unit truk tangki berkapasitas 5.000 liter air yang siap digunakan sewaktu-waktu apabila muncul titik api.
Selain meningkatkan pengawasan, petugas juga rutin meratakan tumpukan sampah menggunakan dua unit ekskavator dan satu unit loader guna mengurangi risiko kebakaran. Kondisi sampah yang mengering serta kandungan gas metana membuat kawasan TPA lebih rentan terbakar saat musim kemarau.
Petugas Jaga TPA Pakusari, Totok Mohammad, mengatakan pengawasan difokuskan di lokasi bekas kebakaran agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
> “Kami sudah melakukan piket setiap malam untuk mengantisipasi kebakaran kembali. Setiap malam ada empat petugas yang mengontrol lokasi bekas kebakaran. Kami menduga kebakaran bisa dipicu pembakaran jerami saat musim kemarau, tetapi penyebab pastinya masih belum dapat dipastikan. Yang jelas, kami terus siaga dan melakukan pengawasan setiap hari,” jelas Totok.
Dengan pengawasan selama 24 jam, pengelola berharap potensi kebakaran dapat ditekan sehingga aktivitas pengelolaan sampah tetap berjalan aman selama musim kemarau.
Reporter: Suyono
