FTVJEMBER.COM, JEMBER – Rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember mengajukan pinjaman daerah sebesar Rp786 miliar untuk menutup defisit APBD 2027 mendapat dukungan dari anggota DPRD Jember. Skema pembiayaan tersebut dinilai dapat mempercepat pembangunan infrastruktur dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, selama dijalankan sesuai aturan yang berlaku.
Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Jember, Ardi Pujo Prabowo, mengatakan pinjaman daerah akan berdampak besar apabila dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur yang selama ini masih menjadi kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, berdasarkan data yang diterima DPRD, masih terdapat sekitar 527 kilometer jalan di Jember yang mengalami kerusakan, baik ringan maupun berat. Selain itu, banyak jaringan irigasi dan aset daerah yang belum tertangani karena keterbatasan anggaran.
“Kalau anggaran ini dialokasikan untuk infrastruktur, manfaatnya akan sangat luas. Jalan hingga pelosok desa bisa dibangun sehingga aktivitas ekonomi masyarakat menjadi lebih lancar. Begitu juga dengan irigasi, saat musim kemarau air tetap bisa dimanfaatkan dengan baik sehingga ketahanan pangan di Kabupaten Jember semakin terjaga,” ujar Ardi.
Politisi Partai Gerindra tersebut menegaskan dukungannya diberikan dengan syarat seluruh proses pinjaman dilakukan sesuai regulasi dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
“Kami mendukung selama regulasinya tepat, benar, dan diizinkan sesuai aturan. Yang terpenting, postur APBD dan KUA-PPAS benar-benar untuk kepentingan rakyat, bukan untuk segelintir orang, melainkan seluruh masyarakat Jember,” tegasnya.
Meski mendukung rencana tersebut, DPRD tetap meminta pemerintah daerah mengedepankan transparansi, mulai dari kemampuan fiskal, skema pengembalian pinjaman, hingga jaminan agar utang tersebut tidak menjadi beban APBD pada tahun-tahun mendatang.
Reporter: Anas H
Editor: Suyono
