FTVJEMBER.COM, SITUBONDO – Kemarau panjang menyebabkan sedikitnya 11 ribu jiwa di delapan desa yang tersebar di enam kecamatan di Kabupaten Situbondo mengalami krisis air bersih. Sebagian warga bahkan harus berjalan sejauh lima kilometer menuju sumber mata air di kawasan pegunungan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Salah satu wilayah terdampak adalah Desa Gunung Putri, Kecamatan Suboh. Warga harus memikul jeriken berisi air melewati medan yang curam karena sumur di sekitar permukiman telah mengering selama dua bulan terakhir.
Salah seorang warga, Jumhari, mengaku hingga kini belum pernah menerima bantuan air bersih.
> “Setiap hari saya harus mengambil air ke sini karena air tidak sampai ke rumah. Sampai sekarang belum pernah ada bantuan air bersih. Harapannya bantuan bisa menjangkau wilayah atas supaya kami tidak perlu berjalan jauh setiap hari,” ujar Jumhari.
Kepala BPBD Situbondo, Timbul Surjanto, mengatakan sekitar 11 ribu jiwa atau sekitar 4 ribu kepala keluarga terdampak kekeringan. Mayoritas berada di kawasan pegunungan sehingga debit sumber mata air terus menurun selama musim kemarau.
> “Ada enam kecamatan dan delapan desa dengan sekitar 11 ribu jiwa yang membutuhkan air bersih. Kami akan terus memaksimalkan pendistribusian air ke wilayah yang paling terdampak,” kata Timbul Surjanto.
BPBD Situbondo memprediksi puncak musim kemarau masih akan berlangsung hingga dua bulan ke depan sehingga distribusi air bersih akan terus ditingkatkan.
Reporter: Tim Liputan
