FTVJEMBER.COM, JEMBER – Menikmati semangkuk soto ayam lezat di tengah hamparan pemandangan persawahan hijau yang asri menjadi daya tarik utama warung soto legendaris di Dusun Klanceng, Desa/Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember.
Berada tepat di tepi jalan kawasan pedesaan, warung sederhana ini berhasil bertahan lebih dari dua dekade atau 20 tahun. Rahasianya tak lain adalah konsistensi menjaga cita rasa serta mempertahankan harga yang sangat bersahabat di kantong pelanggan.
Satu porsi soto ayam hangat dipatok seharga Rp7.000 saja. Tak hanya murah, para pengunjung juga dibebaskan memilih aneka lauk pendamping (topping) tambahan seperti usus, ati ampela, ceker, hingga sayap ayam.
Kombinasi harga hemat dan rasa gurih nan segar ini memikat beragam kalangan. Mulai dari warga sekitar, pekerja pabrik, karyawan bengkel, hingga kalangan mahasiswa.
Salah seorang pembeli setia, Tri Indah, menuturkan bahwa ia pertama kali mengetahui keberadaan warung soto ini dari rekomendasi seorang temannya.
“Pertama kali tahu soto ini tuh diajak teman. Yang pertama, sotonya enak rasanya ya, kemudian harganya juga itu murah banget. Satu porsi itu harganya Rp7.000. Kemudian di sini juga itu banyak topping-nya gitu loh, kayak tambahannya kayak seperti ada usus, kemudian ada ampela ati, ceker, dan sayap juga. Menurutku karena yang paling cocok rasanya di aku tuh di sini,” ungkap Tri Indah pada Kamis (27/8/2026).
Pemilik warung soto legendaris, Umi Hasanah, menceritakan bahwa usaha kuliner tersebut sejatinya dirintis oleh sang ibu sejak lebih dari 20 tahun lalu. Sebelum menyajikan soto sebagai menu utama, warungnya sempat menjajakan racikan nasi pecel dan nasi campur.
Meski harga bahan-bahan pokok di pasaran kerap fluktuatif, Umi Hasanah memilih tidak menaikkan harga dan sengaja mengambil margin keuntungan secukupnya. Pertimbangan utamanya adalah empati kepada para langganannya yang didominasi mahasiswa serta pekerja berpenghasilan pas-pasan.
“Awal mulanya ibu, dulunya. Ya, 20 tahun lebih dah. Dari awal itu nasi pecel, nasi campur… Kalau rugi ya berhenti, ndak… Ya ada dapat dikit-dikit. Kalau di sini kan banyaknya anak mahasiswa, kalau mahasiswa kan uangnya terjangkau, kasihan gitu lho. Ada pegawai dari bengkel, ada PT di belakang,” tutur Umi Hasanah.
Prinsip menjaga harga murah tersebut membuah hasil manis. Dalam sehari, Umi Hasanah mampu melayani pemesanan soto hingga ratusan mangkuk.
“Berapa porsinya itu ndak terhitung ya. Itu ya, lebih dari 4500-an gitu porsi,” tambahnya.
Cita rasa yang konsisten, harga ekonomis Rp7.000, serta bonus pemandangan angin sepoi-sepoi khas persawahan menjadikan warung soto Umi Hasanah tetap eksis dan terus diburu pembeli di tengah sengitnya persaingan kuliner di Kabupaten Jember.
Reporter: Tim Liputan
Editor: Suyono
