FTVJEMBER.COM, JEMBER – Kabupaten Jember tidak hanya dikenal sebagai salah satu daerah penghasil tembakau terbesar di Indonesia, tetapi juga menyimpan jejak sejarah panjang perkembangan komoditas berjuluk “Emas Hijau” tersebut. Kehadiran Museum Tembakau Jember menjadi ruang edukasi yang tidak hanya menyimpan sejarah masa lalu, melainkan juga mengenalkan ragam potensi serta inovasi komoditas tembakau kepada masyarakat umum, pelajar, hingga petani.

Mulai beroperasi sejak tahun 2014, bangunan museum ini memiliki arsitektur unik. Pintu masuk museum didesain menyerupai pintu gudang pengeringan (barn) tembakau tradisional dengan ornamen bangunan yang didominasi material bambu.

Saat memasuki area pamer, pengunjung disambut oleh deretan koleksi tembakau kering serta berbagai peralatan pengolahan tradisional masa lalu. Di antaranya alat pelinting cerutu, tikar glanse, papan ukur derajat tembakau, hingga pipa kayu upacara adat. Jenis tembakau yang dipajang pun beragam, mulai dari Na-Oogst, Vor-Oogst, Virginia, Tembakau Bawah Naungan (TBN), hingga Tembakau Kasturi.

Tak hanya tembakau lokal Jember, museum ini turut menampilkan koleksi tembakau rajangan dari berbagai penjuru Nusantara, seperti Tembakau Maesan Bondowoso, Gunung Guluk-Guluk Madura, Menyono Lumajang, hingga Mutu A Situbondo.

Staf Administrasi dan Tata Usaha Museum Tembakau Jember, Didik Saptono Wijoyo, membeberkan bahwa museum ini mengusung tujuh alur cerita (storyline) edukasi untuk memanjakan wawasan pengunjung.

“Jadi, di Museum Tembakau ini ada tujuh storyline. Pertama mengenai sejarah tembakau di dunia dan di Indonesia. Kemudian ada teknis tembakau, kemampuan layanan kita, salah satunya dalam kegiatan invasi mutu gudang, pengujian mutu, dan laboratorium. Yang ketujuh ada diversifikasi produk. Di situ, mungkin adik-adik bisa membuka wawasan bahwa ternyata di tempat kita ada produk-produk turunan yang sebelumnya tidak diketahui,” ujar Didik Saptono Wijoyo.

Menariknya, museum ini menyajikan hasil riset diversifikasi produk turunan tembakau. Limbah tembakau yang sudah tidak memenuhi standar gudang berhasil diolah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi, seperti parfum beraroma minyak atsiri tembakau, pestisida organik, hingga produk kecantikan.

Selain menampilkan alur sejarah dan inovasi olahan tembakau, museum ini juga menyediakan ruang galeri UMKM yang memamerkan berbagai produk kriya dan kuliner khas Jember. Ke depan, pengelola berharap Museum Tembakau Jember semakin ramai dikunjungi sebagai destinasi wisata edukasi kebanggaan daerah.

Reporter: Tim Liputan
Editor: Suyono

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *