FTVJEMBER.COM, JEMBER – Pemerintah Kabupaten Jember bersama DPRD setempat terus mematangkan pembahasan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah atau P-APBD 2026.

Pembahasan kembali dilakukan dalam rapat paripurna DPRD Jember, Jumat (4/9/2026). Dalam rapat tersebut, tujuh fraksi menyampaikan pandangan umum terhadap nota pengantar Bupati Jember tentang perubahan anggaran tahun 2026.

Sejumlah hal menjadi sorotan legislatif, salah satunya kenaikan belanja modal yang semula Rp401,57 miliar menjadi Rp667,87 miliar.

DPRD juga menyoroti defisit anggaran sebesar Rp648,22 miliar. Menanggapi hal tersebut, Bupati Jember Muhammad Fawait menjelaskan bahwa defisit bukan berarti pemerintah daerah mengalami kekurangan uang.

Menurut Fawait, defisit merupakan bagian dari politik anggaran, salah satunya untuk mengantisipasi penggunaan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran atau SiLPA tahun sebelumnya.

«“Defisit itu bukan berarti kita kekurangan uang. Defisit itu bagian dari politik anggaran saja. Salah satunya untuk mengantisipasi SiLPA tahun 2026,” jelas Fawait.»

Fawait mengatakan perencanaan penggunaan anggaran harus dilakukan secara matang agar tidak kembali menghasilkan silpa tinggi pada akhir tahun.

Ia juga menekankan agar tambahan anggaran, termasuk untuk infrastruktur, diarahkan pada pekerjaan yang dapat diselesaikan dalam waktu yang tersedia.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Jember Widarto meminta pemerintah daerah melalui organisasi perangkat daerah atau OPD membuat timeline pekerjaan yang jelas agar penyerapan anggaran dapat maksimal dan efisien.

«“Pemerintah daerah, dalam hal ini OPD, harus membuat timeline yang bagus agar serapannya betul-betul maksimal. Pekerjaannya juga betul-betul maksimal dan efisien,” kata Widarto.»

Widarto berharap P-APBD 2026 dapat disahkan sebelum 20 September, meskipun batas akhir sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan adalah 30 September.

«“Kita berharap sebelum tanggal 20 September P-APBD ini sudah kita sahkan. Meskipun kalau batas secara peraturan perundang-undangan, 30 September itu akhir,” ujarnya.»

Rancangan P-APBD Jember 2026 diproyeksikan mencapai Rp5,196 triliun.

Reporter: Anas Hidayat
Editor: Suyono

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *