FTVJEMBER.COM, JEMBER – Isu kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) memicu antrean panjang kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kabupaten Jember dalam beberapa hari terakhir.
Antrean bahkan terjadi hingga ke badan jalan. Salah satunya terlihat di SPBU Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Kaliwates, Jember.
Sejumlah warga mengaku harus mengantre hingga sekitar setengah jam hingga satu jam untuk mendapatkan BBM.
Kondisi tersebut turut mengganggu aktivitas masyarakat, termasuk pengemudi ojek online yang harus kehilangan waktu produktif karena mengantre.
Salah seorang pengemudi ojek online, Husairi, mengatakan antrean telah terjadi hampir sepekan terakhir.
“Kadang sampai malam ada. Kalau di Ahmad Yani agak cepat, tapi tetap lama, paling setengah jam. Ini sudah hampir seminggu. Harapannya jangan sampai terjadi karena mengganggu ekonomi dan kegiatan ekonomi masyarakat,” ujar Husairi.
Di sisi lain, Ketua DPC Hiswana Migas Besuki, Ikbal Wilda Fardana, memastikan kondisi tersebut bukan disebabkan stok BBM yang habis.
Menurutnya, konsumsi masyarakat justru meningkat akibat kepanikan setelah muncul isu kelangkaan BBM.
“Kalau secara pasokan sebenarnya normal. Namun, dengan adanya isu kelangkaan beberapa hari terakhir, konsumsi masyarakat terhadap BBM meningkat sekitar 20 sampai 25 persen,” jelas Ikbal.
Selain meningkatnya konsumsi, distribusi BBM dari Depo Tanjung Wangi Banyuwangi juga sempat terkendala kemacetan di kawasan Pelabuhan ASDP Ketapang.
Depo Tanjung Wangi selama ini melayani kebutuhan BBM untuk Banyuwangi, Situbondo, Bondowoso, dan Jember.
Untuk memenuhi kebutuhan Jember, pasokan saat ini difokuskan 100 persen dari Tanjung Wangi. Sementara pasokan untuk daerah lain dialihkan dari Surabaya.
“Untuk Bondowoso sendiri dialihkan dari Surabaya. Kemudian Situbondo 80 persen dari Surabaya dan 20 persen dari Tanjung Wangi,” kata Ikbal.
Hiswana Migas mengimbau masyarakat tidak melakukan panic buying dan membeli BBM sesuai kebutuhan agar pasokan tetap mencukupi.
Reporter: Anas H
Editor: Suyono
