FTVJEMBER.COM, JEMBER – Menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 dan momentum Maulid Nabi Muhammad SAW, harga komoditas daging ayam potong beserta bumbu dapur di sejumlah pasar tradisional Kabupaten Jember meroket tajam.
Di Pasar Tanjung Jember, harga daging ayam potong kini menembus Rp40.000 per kilogram, melonjak dari harga sebelumnya yang berada di kisaran Rp37.000 per kilogram.
Pedagang daging ayam potong di Pasar Tanjung, Halimatus, membeberkan bahwa kenaikan harga dipicu oleh naiknya biaya pakan ternak serta menipisnya pasokan dari peternak dalam tiga hari terakhir. Di sisi lain, lonjakan permintaan terjadi seiring kembali aktifnya pasokan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) sekolah serta tradisi tasyakuran warga.
“Daging ayam potong mahal, sebelumnya kemarin-kemarin masih Rp37.000, sekarang tambah mahal tiap hari naik terus. Tempo hari waktu anak-anak libur kan libur juga MBG-nya, jadi harga ayam merosot. Sekarang mulai anak-anak masuk, MBG-nya mulai lagi, tambah mahal harga ayam. Apalagi sebentar lagi 17-an pas Maulidan,” kata Halimatus pada Jumat (14/8/2026).
Tak hanya daging ayam, tren kenaikan harga juga melanda berbagai komoditas bumbu dapur dan sayur-mayur di pasaran.
Pedagang bumbu dapur, Nur Fuada, mengonfirmasi bahwa kenaikan terjadi merata pada komoditas cabai, bawang, hingga sayuran seperti wortel dan kentang.
“Semuanya naik dari harga lombok, bawang merah, bawang putih, wortel, kentang, sayur-sayuran naik semua. Mungkin ini mau menjelang 17 Agustus sama Maulid Nabi,” ungkap Nur Fuada.
Ia merinci, harga cabai rawit merah kualitas super (ori) kini melambung dari Rp40.000 menjadi Rp55.000 per kilogram. Sementara cabai merah besar naik menjadi Rp40.000 per kilogram dari sebelumnya Rp25.000 hingga Rp30.000 per kilogram. Kenaikan serupa terjadi pada bawang putih super yang kini menyentuh Rp40.000 per kilogram.
Menyikapi tingginya harga kebutuhan pokok tersebut, para pedagang dan warga berharap Pemerintah Kabupaten Jember segera menggelar operasi pasar murah guna menstabilkan harga komoditas serta menjaga daya beli masyarakat.
Reporter: Suyono
