FTVJEMBER.COM, JEMBER – Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia turut dirasakan oleh belasan warga binaan dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Kabupaten Jember. Bertempat di halaman UPTD Lingkungan Pondok Sosial (Liposos) Dinas Sosial Jember, Kecamatan Kaliwates, puluhan klien diajak adu ketangkasan dalam serangkaian lomba tradisional pada Rabu (19/8/2026) siang.
Gelak tawa dan suasana hangat terpancar saat 17 klien ODGJ yang kondisinya telah membaik berpartisipasi dalam berbagai permainan, seperti balap balon, memasukkan paku ke dalam botol, hingga estafet air.
Kepala UPTD Liposos Dinsos Jember, Roni Efendi, menjelaskan bahwa ajang lomba Agustusan ini tidak sekadar hiburan, melainkan bagian dari metode relaksasi serta stimulus psikososial guna mempercepat proses rehabilitasi para klien.
“Tujuannya ini adalah relaksasi untuk mengasah keterampilan pada klien dan memulihkan mental mereka, agar supaya mereka bisa bersosialisasi kepada masyarakat. Dan terlebih ada adik-adik PPL dari UIN, UIC, dan UNMUH, mereka bisa bersosialisasi dengan mereka, dan menumbuhkan keberanian pada diri klien,” ujar Roni Efendi.
Roni menambahkan, pendekatan secara memanusiakan ini sangat efektif membangun kembali rasa percaya diri warga binaan. Bahkan, beberapa klien terlihat meneteskan air mata haru karena merasa dihargai dan diberi kesempatan ikut memeriahkan hari kemerdekaan.
“Sangat efektif. Karena bagaimanapun kita harus menghargai mereka sekalipun mereka dengan gangguan kejiwaan, kita tetap menghargai mereka sebagai manusia. Dan yang seperti kita lihat tadi ada klien kita yang menangis, karena mungkin mereka tidak pernah mengikuti perlombaan seperti ini, dan hanya di sinilah kita menghargai mereka,” terangnya.
Sementara itu, Tim Pendamping Psikologi, Dewi Siti Nur Aisyah, mengungkapkan bahwa terapi permainan interaktif ini berdampak positif terhadap perkembangan motorik dan respons emosional para klien.
“Sejauh ini sih memang kita melihat ada perkembangan dari segi motoriknya klien, terus empatinya. Kalau kita lihat kan tadi ada salah satu klien yang ketika diajak seru-seruan terharu sampai menangis, namanya Pak Wahab. Itu menunjukkan bahwa sisi empati dan emosionalnya juga terlatih,” ungkap Dewi.
Selain simulasi motorik lewat lomba, pihak Liposos juga rutin mengimbangi rehabilitasi melalui kegiatan spiritual untuk menjaga kesehatan mental para klien secara menyeluruh. Melalui penanganan terpadu ini, Liposos optimistis para warga binaan dapat lebih cepat pulih dan siap kembali bersosialisasi di tengah masyarakat.
Reporter: Anas Hidayat
Editor: Suyono
