REDAKSIFTV.COM, JEMBER – Peringatan Hari Bumi 2026 dilakukan dengan cara berbeda oleh sekelompok mahasiswa pecinta alam di Jember. Mereka turun langsung ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Pakusari untuk mengambil kompos alami yang terbentuk dari tumpukan sampah organik, Rabu (22/4/2026).

Di tengah aroma menyengat dan hamparan sampah yang menggunung, para mahasiswa justru mencari kompos yang tersembunyi di balik limbah. Aksi ini bukan sekadar simbolis, melainkan upaya nyata mengedukasi masyarakat bahwa sampah masih memiliki nilai guna jika dikelola dengan baik.

Koordinator aksi, Muhammad Rasya Firdaus, mengatakan kegiatan ini berangkat dari kajian yang mereka lakukan terkait kondisi sampah di TPA Pakusari. Hasilnya menunjukkan dominasi sampah organik yang berpotensi dimanfaatkan kembali.

“Kenapa kami memilih TPA Pakusari, karena dari hasil kajian kami terkait data sampah di Jember, setiap harinya volume sampah yang masuk mencapai sekitar 250 ton. Setelah kami teliti, sampah yang paling dominan di sini adalah sampah organik, dengan persentase mencapai 81,9 persen,” ujar Rasya.

Kompos yang berhasil dikumpulkan kemudian dibawa pulang untuk dimanfaatkan sebagai media tanam. Para mahasiswa ingin menunjukkan bahwa dari sesuatu yang dianggap tidak berguna, masih bisa tumbuh kehidupan baru.

Sementara itu, petugas TPA Pakusari, Totok M Sholeh, menyambut positif kegiatan tersebut. Menurutnya, pemanfaatan sampah organik menjadi kompos memang memiliki potensi besar, namun belum dimaksimalkan.

“Kegiatan adik-adik mahasiswa ini bagus karena bisa membantu mengurangi gundukan sampah. Sampah organik bisa dimanfaatkan untuk lahan pertanian atau kebutuhan petani. Selama ini kami juga berkolaborasi dengan berbagai pihak seperti TNI, Polri, maupun masyarakat untuk menyalurkan kompos yang ada,” jelas Totok.

Ia menambahkan, saat ini volume sampah yang masuk ke TPA Pakusari mencapai sekitar 200 hingga 250 ton per hari.

Melalui aksi sederhana ini, para mahasiswa ingin menyampaikan pesan bahwa sampah tidak selalu menjadi masalah. Dengan pengelolaan yang tepat, sampah justru bisa menjadi solusi bagi lingkungan dan kehidupan manusia.

Reporter: Anas H
Editor: Suyono

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *