FTVJEMBER.COM, JEMBER – Permintaan tempe dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk menyokong Program Makanan Bergergizi Gratis (MBG) membawa berkah bagi para pengrajin tempe di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Salah satunya dirasakan oleh pabrik tempe milik Muhammad Gufron yang berlokasi di Kelurahan Antirogo, Kecamatan Sumbersari, Jember.
Usaha produksi tempe yang dirintis sejak tahun 2017 tersebut kini harus melipatgandakan kapasitas produksinya guna memenuhi tingginya pasokan kebutuhan gizi harian program pemerintah tersebut.
Pemilik pabrik tempe, Muhammad Gufron, mengungkapkan bahwa pada hari-hari biasa tanpa pesanan MBG, ia rata-rata hanya mengolah bahan baku kedelai sebanyak 250 kilogram per hari. Namun, semenjak adanya pasokan rutin untuk program MBG, volume produksinya melonjak drastis hingga menembus setengah ton per hari.
“Untuk saat ini yang kalau jumlah tempenya itu tergantung sebenarnya, Mas. Ini kalau produksi normal tidak ada pesanan MBG itu, kita produksi cuma 250 kilo. Tapi kalau ada pesanan MBG gini, kita produksinya dua kali lipat. Jadi yang awalnya 250, kita bisa sampai 520 kg,” ujar Muhammad Gufron pada Jumat (28/8/2026).
Meski mengalami lonjakan omzet dan volume produksi, Gufron mengaku masih dihadapkan pada tantangan fluktuasi harga kedelai impor di pasaran yang sempat melonjak akibat dinamika geopolitik global.
“Bahan baku kedelai kemarin sempat naik, karena faktor perang apa yang masalah Iran kalau nggak salah itu harga kedelai itu sempat melonjak tinggi,” terangnya.
Guna menyiasati naiknya harga bahan baku tanpa membebani pelanggan maupun menaikkan harga jual di pasaran, Gufron mengambil kebijakan untuk melakukan penyesuaian pada ukuran atau gramasi tempe.
“Kalau harga kedelai naik, sebenarnya berpengaruhnya itu kita untuk penjualannya karena harga tetap normal. Jadi kita ngaturnya itu mengurangi harga jualnya yang 5.000, jadi gramnya itu dikurangi,” tambah Gufron.
Adanya pesanan rutin dari SPPG ini memberikan kepastian pasar yang sangat membantu stabilitas usaha tempe lokal. Gufron berharap program MBG dapat terus berjalan secara berkelanjutan sehingga mampu mendorong pertumbuhan UMKM pengolahan pangan di daerah.
Reporter: Tim Liputan
Editor: Suyono
