FTVJEMBER.COM, JEMBER – Sebuah video yang memperlihatkan aksi perkelahian antara dua pelajar putri jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Jember, Jawa Timur, mendadak viral di media sosial. Insiden adu fisik tersebut dipicu oleh persoalan sepele berupa aksi saling ejek di antara keduanya.
Dalam rekaman video yang beredar luas, tampak kedua siswi tersebut terlibat adu mulut terlebih dahulu sebelum akhirnya saling dorong dan berkelahi. Mirisnya, sejumlah rekan sekolah yang berada di lokasi kejadian hanya menonton tanpa berusaha mencerai, bahkan sibuk merekam peristiwa tersebut menggunakan ponsel.
Kepala SMP Negeri 7 Jember, Davit Rahman, mengonfirmasi bahwa peristiwa tersebut sebenarnya terjadi di luar area sekolah sekitar satu bulan yang lalu. Konflik berawal dari aksi saling olok yang terus memanas hingga berbuntut perkelahian.
“Bahwa kejadian itu sudah lama ya, kurang lebih satu bulan. Asal muasal dari ejekan, saling olok-olokan dan lain sebagainya. Dari permasalahan yang kecil terus berlanjut di luar sekolah,” ujar Davit Rahman.
Davit menjelaskan, kedua belah pihak sebenarnya sempat berupaya menyelesaikan perselisihan tersebut secara kekeluargaan di rumah salah satu rekan mereka. Namun, emosi yang tak terbendung membuat perkelahian fisik tidak dapat dihindarkan.
“Sebenernya ini sudah mau diselesaikan di rumah salah satu teman. Karena enggak tahu namanya anak-anak emosi atau sebagainya, terjadilah hal-hal yang tidak diinginkan seperti yang ada di video ini,” jelasnya.
Menanggapi kejadian tersebut, pihak sekolah bergerak cepat dengan memanggil kedua siswi yang terlibat beserta orang tua masing-masing dan para saksi untuk diberikan pembinaan serta sanksi tegas.
“Upaya sekolah langsung selagi kejadian itu, langsung kita panggil ya, baik korban, pelaku, maupun saksi-saksi lainnya,” tegas Davit.
Sebagai langkah penanganan lanjutan serta menghindari pertemuan fisik secara langsung antara kedua pelajar tersebut di lingkungan sekolah, pihak SMPN 7 Jember memberlakukan kebijakan pembelajaran secara dalam jaringan (daring) dari rumah untuk sementara waktu.
Reporter: Suyono
