ftvjember.com, JEMBER – Memasuki musim kemarau, sekitar 100 kepala keluarga di Dusun Bunder, Desa Sumber Pinang, Kecamatan Pakusari, Kabupaten Jember, mengalami krisis air bersih. Sejumlah sumur warga mulai mengering, sementara sumur yang masih menyimpan air kondisinya keruh dan berbau.

Akibat kondisi tersebut, warga terpaksa mencari sumber air lain yang berjarak hingga sekitar satu kilometer dari permukiman. Setiap hari mereka harus bolak-balik mengangkut beberapa galon air untuk memenuhi kebutuhan minum, memasak, mandi, dan mencuci.

Hosna, salah seorang warga terdampak, mengatakan sumur miliknya yang memiliki kedalaman sekitar 12 meter selalu mengering saat musim kemarau tiba.

“Kalau sudah musim kemarau sumurnya kering. Untuk kebutuhan sehari-hari kami mengambil air dari sumber di belakang sana, tetapi jaraknya jauh. Kalau musim hujan masih bisa dipakai, kalau kemarau sudah tidak ada air,” ujar Hosna.

Ketua RT setempat, Imsiana, menjelaskan kekeringan menjadi masalah yang berulang setiap tahun. Warga bahkan telah memperdalam sumur hingga 10 sampai 16 meter, namun tetap tidak menemukan sumber air yang mencukupi.

“Sekarang warga terpaksa mengambil air dari sumber lain untuk memasak dan mandi. Biasanya saat musim kemarau kami mendapat bantuan pasokan air bersih dari BPBD. Di sini ada sekitar 100 kepala keluarga yang membutuhkan, tetapi sampai sekarang bantuan itu belum datang,” katanya.

Warga berharap pemerintah segera menyalurkan bantuan air bersih agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau berlangsung.

Reporter: Suyono

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *