FTVJEMBER.COM, JEMBER – Bencana kekeringan di Kabupaten Jember terus meluas hingga delapan kecamatan. Ratusan kepala keluarga kini mengalami krisis air bersih akibat sumur mengering selama musim kemarau.

Salah satu wilayah terdampak berada di Desa Sumberjeruk, Kecamatan Kalisat. Warga terpaksa memanfaatkan air sungai untuk mandi dan mencuci, sementara kebutuhan memasak dan air minum dipenuhi dengan mengambil air dari sumber yang berjarak cukup jauh atau membeli air bersih.

Salah seorang warga, Bawon Wiwit Rejeki, mengatakan kondisi sumur di desanya sudah tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

> “Sekarang kondisi sumur mulai kering, jadi semua masyarakat di sini membutuhkan bantuan air. Kadang kami mengambil air dari sumber, tetapi debitnya juga mulai mengecil dan lokasinya jauh. Air sumur sudah tidak ada. Sebagian warga yang mampu akhirnya membeli air,” ujarnya.

Kepala BPBD Jember, Edy Budi Susilo, mengatakan pihaknya terus mendistribusikan bantuan air bersih ke wilayah terdampak. Hingga saat ini, sedikitnya delapan kecamatan masuk kategori rawan kekeringan dengan tingkat sedang hingga tinggi.

> “Hari ini kami sudah mendistribusikan bantuan air ke wilayah terdampak, termasuk Desa Sumberjeruk, Kecamatan Kalisat. Di dua dusun terdapat 325 kepala keluarga yang terdampak, sehingga kami mengirimkan 5.000 liter air setiap dua hari sekali,” kata Edy.

BPBD juga menyiagakan tandon air serta armada truk tangki di sejumlah titik rawan sebagai langkah antisipasi apabila dampak kekeringan semakin meluas selama musim kemarau.

Reporter: Suyono

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *