FTVJEMBER.COM, JEMBER – Masa reses Persidangan II Tahun 2026 dimanfaatkan Sekretaris Komisi C DPRD Kabupaten Jember, David Handoko Seto, untuk menyerap aspirasi masyarakat sekaligus menyosialisasikan sejumlah program pemerintah. Dalam kegiatan yang digelar di Kelurahan Tegal Besar, Kecamatan Kaliwates, Sabtu (18/7/2026), David menekankan pentingnya peran wali asuh bagi anak-anak yang ditinggal orang tuanya bekerja sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Kegiatan reses dihadiri puluhan warga dari berbagai lingkungan di Kelurahan Tegal Besar. Selain menjadi wadah penyampaian aspirasi masyarakat, forum tersebut juga dimanfaatkan untuk memberikan edukasi mengenai berbagai program pemerintah pusat maupun Pemerintah Kabupaten Jember yang tengah berjalan.

Beberapa program yang disosialisasikan di antaranya pembangunan infrastruktur, Program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta Beasiswa Kuliah Cinta Bergema. Menurut David, masyarakat perlu mengetahui berbagai program tersebut agar manfaatnya dapat dirasakan secara maksimal.

Selain menyosialisasikan program pemerintah, David juga menggandeng salah satu anggota Tim Penggerak PKK untuk memberikan edukasi mengenai pentingnya peran wali asuh bagi anak-anak pekerja migran. Kabupaten Jember selama ini menjadi salah satu daerah penyumbang Pekerja Migran Indonesia (PMI) terbesar di Jawa Timur, sehingga perhatian terhadap anak-anak yang ditinggalkan orang tuanya dinilai sangat penting.

Menurutnya, keberadaan wali asuh dibutuhkan agar anak-anak tetap mendapatkan perhatian, kasih sayang, pendampingan, serta pengawasan selama orang tua mereka bekerja di luar negeri. Dengan demikian, risiko munculnya berbagai persoalan sosial terhadap anak dapat diminimalkan.

David Handoko Seto mengatakan peran wali asuh menjadi tanggung jawab bersama masyarakat, terutama di daerah yang banyak memiliki pekerja migran.

> “Tadi juga disampaikan oleh salah satu anggota Tim Penggerak PKK tentang pentingnya menjadi wali asuh bagi anak-anak yang ditinggal orang tuanya bekerja ke luar negeri. Berdasarkan pengalaman di Kabupaten Jember, yang memiliki banyak pekerja migran, sering terjadi berbagai persoalan, mulai dari kasus pelecehan, anak yang kurang mendapat perhatian, hingga salah pergaulan. Karena itu, menjadi wali asuh merupakan tanggung jawab kita bersama agar anak-anak tetap menjadi harapan orang tuanya. Jangan sampai mereka sudah ditinggal orang tua, lalu mengalami salah asuh. Itu justru akan menjadi persoalan baru,” ujar David.

Selain mengingatkan pentingnya wali asuh, David juga mengajak masyarakat untuk ikut mengawasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, keterlibatan masyarakat sangat dibutuhkan agar program tersebut berjalan sesuai ketentuan, tepat sasaran, dan memberikan manfaat bagi anak-anak maupun masyarakat luas.

Ia berharap masyarakat tidak ragu menyampaikan masukan maupun laporan apabila menemukan kendala dalam pelaksanaan berbagai program pemerintah. Dengan sinergi antara masyarakat, pemerintah, dan DPRD, berbagai persoalan di tengah masyarakat diharapkan dapat ditangani secara lebih cepat dan tepat.

Melalui kegiatan reses ini, DPRD Jember berharap aspirasi masyarakat tidak hanya menjadi bahan pembahasan di parlemen, tetapi juga dapat diwujudkan dalam bentuk kebijakan dan program pembangunan yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

Reporter: Anas Hidayat
Editor: Suyono

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *