FTVJEMBER.COM, Jember – Seorang nenek penjual telur asin dan rambak di Kabupaten Jember menjadi korban penipuan. Perempuan lanjut usia berusia sekitar 80 tahun itu menerima uang mainan dari seorang pembeli yang membeli dagangannya.
Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Sriwijaya, Kecamatan Sumbersari, Jember. Kejadian kemudian direkam warga dan menyebar di media sosial hingga memantik simpati masyarakat.
Dalam rekaman video yang beredar, sang nenek terlihat kebingungan dan sedih setelah mengetahui uang yang diterimanya ternyata bukan uang asli.
Peristiwa bermula ketika seorang perempuan yang mengendarai sepeda motor berhenti untuk membeli beberapa telur asin dan rambak. Pembeli tersebut kemudian membayar menggunakan uang mainan pecahan Rp50 ribu dan Rp5 ribu sebelum meninggalkan lokasi.
Uang tersebut baru diketahui palsu setelah warga sekitar memeriksa lembaran yang diterima sang nenek.
Melis, seorang penjual es kekinian yang mengetahui kejadian tersebut, mengatakan sang nenek memang setiap hari berjualan di kawasan tersebut seorang diri.
“Mbahnya itu, yang saya tahu, memang setiap hari jualan di situ. Beliaunya jualan, dibayar pakai uang mainan. Kasihan. Sepengetahuan saya, nenek itu setiap hari jualan sendiri. Beliau itu sudah tua banget, mungkin sekitar 80 tahun,” ujar Melis.
Melis menuturkan, sang nenek juga kerap melintas di depan tempatnya berjualan. Ia mengaku pernah menanyakan kondisi keluarga nenek tersebut.
“Saya juga sering tanya, ‘Mbah, kok nggak di rumah saja? Kemana anaknya?’ Beliau bilang nggak ada anaknya. Namanya juga orang tua, kadang ngomongnya juga kurang jelas,” katanya.
Menurut Melis, kejadian tersebut sangat memprihatinkan, terlebih korban merupakan pedagang lanjut usia yang sehari-hari mencari penghasilan dengan berjualan di pinggir jalan.
“Ya miris. Kalau dibilang nggak ada akhlak, saya nggak tahu. Mungkin anak muda, apalagi kalau orang dewasa. Saya rasa perlu dibina itu,” ujarnya.
Peristiwa tersebut kemudian mengundang simpati pengguna jalan. Sejumlah warga yang mengetahui kondisi sang nenek datang memberikan bantuan.
Warga berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi, terutama terhadap pedagang kecil dan lanjut usia yang berjualan di pinggir jalan.
Reporter: Anas H
Editor: Suyono
