FTVJEMBER.COM, Jember – Minat masyarakat Jember terhadap investasi emas mengalami pertumbuhan signifikan sepanjang 2026. Data Otoritas Jasa Keuangan atau OJK per Juli 2026 mencatat nilai cicilan emas di Jember mencapai Rp162,57 miliar.
Nilai tersebut melonjak 189,10 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang berada di kisaran Rp56 miliar.
Pertumbuhan cicilan emas di Jember menjadi yang tertinggi di kawasan Sekarkijang, yang meliputi Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang.
Pertumbuhan tersebut juga melampaui rata-rata Sekarkijang yang mencapai 157,81 persen secara tahunan.
Tak hanya cicilan emas, volume tabungan emas di Jember juga mengalami peningkatan. Hingga Juli 2026, volumenya mencapai 120.619 gram atau tumbuh 60,36 persen secara tahunan.
Kepala OJK Jember Aris Budiman mengatakan, peningkatan tersebut menunjukkan masyarakat mulai mempertimbangkan diversifikasi instrumen investasi.
«“Masyarakat itu mulai berpikir untuk mendiversifikasi portofolio investasinya. Kalau dulu semuanya didepositokan, sekarang mereka berpikir, ‘Saya mending nabung emas, mending saya masukin ke cicil emas,’” ujar Aris.»
Menurut Aris, emas dalam beberapa tahun terakhir menjadi salah satu instrumen yang banyak dipilih masyarakat. Namun, harga emas tetap dapat mengalami fluktuasi dalam jangka pendek.
Saat ini, masyarakat juga dapat mengakses layanan bullion bank atau bank emas. Dua lembaga jasa keuangan yang diawasi OJK dan telah mendapatkan izin sebagai bullion bank adalah Bank Syariah Indonesia atau BSI dan Pegadaian.
Reporter: Suyono
