FTVJEMBER.COM, Jember – Kemarau panjang menyebabkan sumur Masjid Baiturohman di Kelurahan Baratan, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, mengering. Kondisi ini membuat jamaah kesulitan mendapatkan air untuk berwudu dan mengganggu aktivitas ibadah.
Selama sekitar satu bulan terakhir, toilet dan kamar mandi masjid terpaksa tidak digunakan. Sumur bor yang menjadi sumber air utama mengering setelah wilayah tersebut tidak diguyur hujan selama sekitar empat bulan.
Salah seorang warga, Suyayid Arsisto, mengatakan jamaah terpaksa mencari air di luar masjid untuk berwudu.
“Sudah sekitar satu bulan airnya berkurang dan sumurnya kering. Akibatnya, jamaah yang hendak berwudu harus mencari air di luar masjid karena air di masjid sudah tidak bisa digunakan,” ujar Suyayid.
Untuk membantu memenuhi kebutuhan air, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember menyalurkan bantuan air bersih ke masjid tersebut. Distribusi dijadwalkan setiap tiga hari sekali menggunakan truk tangki berkapasitas lima ribu liter.
Petugas BPBD Jember, Nurhadi, mengatakan bantuan tersebut dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga dan jamaah masjid.
“Hari ini kami menyalurkan bantuan air ke tempat ibadah yang mengalami kekeringan. Air bersih sangat dibutuhkan warga maupun jamaah masjid. Di wilayah Baratan, penyaluran dijadwalkan setiap tiga hari sekali, dengan dua hingga tiga titik distribusi dalam satu kali pengiriman,” jelas Nurhadi.
Kekeringan juga berdampak pada permukiman warga. BPBD Jember mencatat, sebanyak 19 desa dan kelurahan yang tersebar di 10 kecamatan terdampak kekeringan.
Bantuan air bersih masih menjadi salah satu upaya untuk memenuhi kebutuhan warga dan jamaah selama musim kemarau.
Reporter: Suyono
