FTVJEMBER.COM, Jember – Kemarau panjang mulai berdampak serius terhadap sektor pertanian di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Puluhan hektare lahan tanaman padi di Desa Jubung, Kecamatan Sukorambi, mengalami kekurangan air hingga menghambat pertumbuhan tanaman.
Kondisi tersebut membuat tanaman padi yang telah berusia sekitar 40 hari hanya tumbuh setinggi 10 hingga 15 sentimeter. Padahal, pada usia tersebut tanaman seharusnya sudah tumbuh lebih tinggi.
Selain pertumbuhan yang terhambat, kondisi tanah di lahan pertanian juga mengering, mengeras, hingga mengalami retakan. Debit air sungai yang terus menyusut membuat upaya pengairan menggunakan mesin pompa tidak mampu memenuhi kebutuhan lahan.
Supriadi, salah seorang petani, mengatakan sekitar 10 hektare lahan yang ditanami padi terdampak kondisi tersebut. Ia menyebut kekurangan air menjadi penyebab utama tanaman tidak tumbuh secara optimal.
«“Yang ditanami padi itu sekitar 10 hektare. Umurnya sudah 40 hari, seharusnya tingginya sekitar 40 sentimeter, tetapi sekarang hanya sekitar 10 sampai 15 sentimeter. Penyebab utamanya kekurangan air,” ujar Supriadi.»
Menurutnya, kondisi kekeringan tahun ini menjadi salah satu yang terparah. Jika tanaman gagal panen, petani berpotensi mengalami kerugian hingga lebih dari Rp10 juta per hektare.
Kekurangan air juga berdampak pada tanaman jagung di sejumlah lahan. Tanaman mengalami pertumbuhan yang tidak optimal akibat pasokan air yang terbatas.
Petani berharap pemerintah melakukan pembenahan sumber mata air di wilayah hulu agar pasokan air ke lahan pertanian di bagian hilir tetap tersedia, terutama saat musim kemarau panjang.
Reporter: Suyono
