FTVJEMBER.COM, Jember – Puluhan tenaga honorer non-DIPA Mahkamah Agung Republik Indonesia menggelar doa bersama dan istighotsah akbar di Masjid Jami’ Al Baitul Amin, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Sabtu (10/10/2026).
Kegiatan tersebut digelar secara luring dan daring serta diikuti tenaga honorer non-DIPA dari berbagai wilayah di Indonesia. Doa bersama ini menjadi salah satu ikhtiar di tengah perjuangan mereka untuk mendapatkan kepastian status kepegawaian dan kesejahteraan yang lebih baik.
Secara nasional, jumlah tenaga honorer non-DIPA Mahkamah Agung diperkirakan mencapai 1.400 orang. Saat ini, status mereka telah dialihkan menjadi tenaga kerja outsourcing. Namun, perubahan tersebut dinilai belum menjawab harapan terkait kepastian masa depan dan penghasilan yang layak.
Ketua Umum Solidaritas Tenaga Honorer Non-DIPA Mahkamah Agung RI, Hidayatur Rahman, mengatakan para tenaga honorer hanya menginginkan kesempatan untuk memperoleh kehidupan yang lebih baik bagi keluarga mereka.
“Kami dari Solidaritas Honorer Non-DIPA se-Indonesia tidak berharap banyak. Kami hanya ingin bisa menghidupi keluarga dengan kondisi dan nasib yang lebih baik, serta mendapatkan kesempatan untuk masuk dalam pendataan BKN dan menjadi bagian dari ASN,” ujar Hidayatur.
Ia menjelaskan, berbagai upaya telah dilakukan untuk memperjuangkan nasib para tenaga honorer. Di antaranya melalui audiensi dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN), Kementerian PAN-RB, anggota Komisi DPR RI, hingga Mahkamah Agung.
Namun, hingga 2026, mereka masih menantikan solusi yang memberikan kepastian atas status pekerjaan dan kesejahteraan.
Para tenaga honorer berharap pemerintah dan Mahkamah Agung memberikan perhatian serius terhadap persoalan tersebut. Mereka juga menginginkan agar perjuangan yang selama ini dilakukan dapat ditindaklanjuti melalui kebijakan nyata, bukan hanya berhenti pada audiensi dan doa bersama.
Reporter: Suyono
