FTVJEMBER.COM, Jember – Tiga siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi Satu di Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember, Jawa Timur, diduga menjadi korban kekerasan fisik oleh mahasiswa magang Universitas Pertahanan. Akibat kejadian tersebut, ketiga siswa disebut mengalami trauma dan enggan kembali mengikuti kegiatan belajar di sekolah.
Kasus ini mencuat setelah salah satu orang tua korban melaporkannya ke Mapolres Jember. Salah satu korban bahkan sempat dibawa ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan medis.
Ketiga siswa yang duduk di kelas sepuluh dan sebelas itu masing-masing berinisial P-W, S-I, dan A-A-H. Hingga kini, kronologi lengkap dugaan kekerasan tersebut belum diperoleh. Pihak sekolah juga belum memberikan keterangan terkait peristiwa ini.
Kepala Bidang Perlindungan Anak Dinas Sosial PPPA Kabupaten Jember, Sugeng Riadi, mengatakan pihaknya menyiapkan asesmen awal untuk memastikan kondisi serta kebutuhan pendampingan para korban.
“Langkah awal adalah melakukan asesmen dan memastikan korban berada dalam situasi yang aman. Selanjutnya, kami melihat kondisi korban untuk menentukan kebutuhan pendampingan, termasuk kemungkinan dukungan trauma healing,” ujar Sugeng.
Menurutnya, perundungan maupun kekerasan, baik secara psikis maupun fisik, tidak boleh dianggap sepele. Perilaku tersebut dapat berkembang menjadi tindakan yang lebih serius apabila tidak segera ditangani.
Sugeng menambahkan, pihaknya akan melihat kebutuhan korban berdasarkan hasil asesmen agar pendampingan yang diberikan sesuai dengan kondisi mereka.
Sementara itu, dugaan kekerasan yang melibatkan mahasiswa Universitas Pertahanan dan tiga siswa Sekolah Rakyat tersebut masih dalam proses penyelidikan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Satreskrim Polres Jember.
Reporter: Suyono
