FTVJEMBER.COM, JEMBER – Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Jember mulai melakukan penelusuran terkait dugaan keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa puluhan siswa TK dan PAUD di Kecamatan Kaliwates, Jember.
Pemeriksaan difokuskan pada prosedur pengolahan dan distribusi makanan di dapur SPPG guna memastikan sumber kontaminasi penyebab keracunan.
Pengawas Farmasi dan Makanan Ahli Muda BPOM Jember, Yusita Harminingsih mengatakan, setiap dapur MBG wajib menyimpan sampel makanan selama dua kali 24 jam sebagai langkah antisipasi jika terjadi kasus keracunan.
“Selama ini pengujian dilakukan terhadap sampel makanan yang tersisa. Setiap SPPG wajib menyimpan sampel makanan selama dua kali 24 jam. Selain itu, pemeriksaan juga bisa dilakukan dari spesimen muntahan atau feses penderita,” ujar Yusita Harminingsih.
Menurutnya, sumber kontaminasi bisa berasal dari berbagai faktor, mulai dari kualitas air, alat masak, hingga proses penanganan bahan pangan dalam skala besar.
Saat ini BPOM masih menunggu hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan yang telah diamankan oleh Dinas Kesehatan setempat untuk memastikan penyebab pasti keracunan tersebut.
Reporter: Anas H
Editor: Suyono
