ftvjember.com, Jember – Menjelang dimulainya tahun ajaran baru 2026, kuota peserta didik tingkat Sekolah Dasar di Sekolah Rakyat Terintegrasi 6 Jember belum terpenuhi. Dari target 90 siswa, hingga kini baru 37 calon peserta didik yang telah terdaftar.

Pihak sekolah menyebut rendahnya jumlah pendaftar bukan disebabkan minimnya sosialisasi, melainkan masih adanya keraguan orang tua untuk melepas anak usia sekolah dasar tinggal di asrama.

Berbeda dengan jenjang SD, minat masyarakat pada jenjang SMP dan SMA justru sangat tinggi. Kuota masing-masing sebanyak 90 siswa bahkan telah terlampaui sehingga sekolah harus melakukan proses seleksi.

Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 6 Jember, Kartika Sari Dewi, mengatakan sebagian besar orang tua masih khawatir anak-anak mereka belum siap hidup mandiri di lingkungan asrama.

> “Kuota SMP dan SMA sudah melebihi target sehingga kami harus melakukan seleksi. Sementara untuk tingkat SD hingga saat ini baru terisi 37 dari kuota 90 siswa karena masih ada kekhawatiran orang tua terhadap kesiapan anak-anak tinggal di asrama,” ujar Kartika Sari Dewi.

Sekolah Rakyat merupakan program yang diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga desil satu, desil dua, serta anak-anak terlantar. Seluruh peserta didik direkrut melalui proses pendampingan oleh Program Keluarga Harapan (PKH) dan pendamping rehabilitasi sosial di Kabupaten Jember.

Pihak sekolah berharap sosialisasi yang lebih luas dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat sehingga kuota siswa tingkat SD dapat terpenuhi sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai.

Reporter: Suyono

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *