FTVJEMBER.COM, Jember – Seorang nenek penjual BBM eceran di Desa dan Kecamatan Jelbuk, Kabupaten Jember, menjadi korban penipuan. Sebanyak 30 liter BBM yang dibelinya seharga Rp330 ribu ternyata bukan bensin, melainkan air yang dicampur pewarna.

Korban bernama Satini. Ia sehari-hari berjualan BBM eceran di kiosnya.

Peristiwa tersebut terjadi saat Satini sedang tidur di kios. Seorang pria yang tidak dikenalnya datang dan membangunkannya untuk menawarkan satu jeriken berisi sekitar 30 liter BBM.

Pelaku menawarkan BBM tersebut dengan harga Rp11 ribu per liter. Karena menganggap harganya murah dan masih bisa dijual kembali, Satini kemudian membeli BBM tersebut.

«“Saya tidur di sana, lalu dibangunkan. Dia bilang, ‘Bu, mau beli bensin? Saya sudah tiga kali ke sini, Bu.’ Saat saya bangun, saya tanya berapa liter, katanya 30 liter. Harganya Rp11 ribu per liter. Menurut saya sudah murah, saya biasanya jual Rp12 ribu,” ujar Satini.»

Satini kemudian membayar Rp330 ribu kepada pelaku. Namun, kecurigaan muncul ketika ia hendak memindahkan isi jeriken ke dalam botol untuk dijual kembali.

«“Saat saya tuang ke botol, saya bingung. Saya tanyakan ke keponakan, ‘Nak, apa ini?’ Keponakan saya bilang, ‘Loh, Nenek beli ke siapa? Bukan bensin ini, Nek.’ Lalu penjualnya pergi ke utara,” katanya.»

Cairan yang dibeli Satini ternyata berupa air yang diduga dicampur pewarna makanan agar menyerupai BBM. Video saat korban mengetahui isi jeriken tersebut kemudian beredar di media sosial.

Kapolsek Jelbuk Iptu Irfan Ansori mengatakan, polisi telah mendatangi lokasi dan melakukan pemeriksaan terhadap korban serta sejumlah saksi.

Polisi menduga pelaku memanfaatkan kondisi korban yang baru terbangun dari tidur. Pelaku juga diduga memanfaatkan situasi antrean panjang di sejumlah SPBU di tengah kelangkaan BBM yang terjadi di Jember dalam beberapa hari terakhir.

Hingga kini, polisi masih melakukan penyelidikan dan memburu pelaku. Berdasarkan keterangan korban, pelaku diduga sudah beberapa kali datang ke kios tersebut.

Reporter: Suyono

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *