FTVJEMBER.COM, JEMBER – Universitas Jember (UNEJ) menjadi panggung bagi ribuan mahasiswa dari berbagai daerah untuk menunjukkan kemampuan seni dalam Pekan Seni Mahasiswa Nasional (PEKSIMINAS) XVIII tahun 2026.
Peserta dari 32 provinsi mulai berdatangan ke Jember untuk mengikuti ajang seni mahasiswa tingkat nasional yang berlangsung pada 7 hingga 11 September 2026.
Salah satu kontingen yang telah tiba adalah perwakilan Provinsi Papua Barat. Mereka datang dengan membawa persiapan yang telah dilakukan sejak mengikuti Pekan Seni Mahasiswa Daerah (PEKSIMIDA).
Mahasiswi asal Papua Barat, Yulsa Caroline Nahoway, mengatakan kontingennya mengikuti tujuh tangkai lomba dalam PEKSIMINAS XVIII.
“Pertama-tama kami semua merasa bersyukur karena bisa ada di sini dan dapat mengikuti lomba. Kami sangat bersemangat. Persiapan yang kami lakukan juga sangat luar biasa, mulai dari penampilan hingga latihan,” ujar Yulsa.
Ia berharap kontingen Papua Barat mampu memberikan penampilan terbaik dan membawa nama daerahnya di tingkat nasional.
“Harapannya kami bisa membawakan hasil yang terbaik, bisa mendapatkan juara, dan membawa nama Provinsi Papua Barat,” katanya.
Dosen pendamping kontingen Papua Barat, Nelson Mansoara, mengatakan persiapan mengikuti PEKSIMINAS telah dilakukan selama kurang lebih satu bulan melalui PEKSIMIDA di Papua Barat.
Menurutnya, terdapat dua perguruan tinggi asal Papua Barat yang berhasil mengirimkan delegasi ke tingkat nasional.
“Kami kurang lebih satu bulan melakukan persiapan melalui PEKSIMIDA, khususnya di Papua Barat. Kami sangat optimistis walaupun dari jauh. Tidak ada rasa ragu, tetapi tetap optimistis,” kata Nelson.
Sementara itu, Wakil Rektor III UNEJ, Fendi Setyawan, mengatakan delegasi dari berbagai provinsi terus berdatangan ke Jember.
Ia berharap seluruh peserta dapat tiba dengan aman dan mengikuti kompetisi dengan baik.
“Mudah-mudahan perjalanan mereka lancar, aman sampai di Jember dengan selamat dan betul-betul bisa mengikuti kompetisi ini dengan baik,” ujar Fendi.
Fendi mengakui terdapat sejumlah kendala perjalanan yang dialami peserta, terutama akibat gangguan penerbangan. Pihak UNEJ bersama BPSMI pusat dan tim juri telah berkoordinasi untuk mengantisipasi peserta yang mengalami keterlambatan.
“Kita sudah bicara dengan BPSMI pusat, tim juri, dan panitia untuk mengakomodasi dengan segala hal. Sekali lagi, itu atas kesepakatan bersama,” jelasnya.
Wakil Sekjen BPSMI, Alam ul Huda, mengapresiasi UNEJ dan BPSMI Jawa Timur yang melibatkan masyarakat sekitar dalam rangkaian PEKSIMINAS.
Menurutnya, ajang tersebut tidak hanya menjadi kompetisi seni, tetapi juga kesempatan bagi peserta dari berbagai daerah untuk mengenal budaya Jember.
“Kami sangat mengapresiasi Universitas Jember dan BPSMI Jawa Timur yang menghadirkan berbagai acara yang melibatkan masyarakat sekitar. Peserta dari Sabang sampai Merauke bisa mengenal lebih jauh budaya yang ada di Jember,” ujar Alam.
Ia berharap PEKSIMINAS XVIII semakin memperkuat citra Jember sebagai daerah yang memiliki kekuatan seni dan budaya.
“Jember sudah terkenal dengan seni dan festivalnya. Harapan kami, ini lebih meriah lagi dengan adanya PEKSIMINAS atau kompetisi seni dari berbagai mahasiswa seluruh Indonesia yang hadir di sini,” pungkasnya.
PEKSIMINAS XVIII 2026 akan berlangsung hingga 11 September mendatang dengan berbagai rangkaian kompetisi seni mahasiswa di kawasan Universitas Jember.
Reporter: Anas Hidayat
Editor: Suyono
