FTVJEMBER.COM, JEMBER – Pemerintah Kabupaten Jember mempertajam fokus alokasi anggaran daerah untuk mengakselerasi penanganan kemiskinan hingga tingkat tapak. Komitmen ini ditegaskan menyusul tercapainya kesepakatan bersama DPRD Kabupaten Jember terkait Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026.

Bupati Jember, Muhammad Fawait, menjelaskan bahwa hasil penyelarasan antara Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan Badan Anggaran (Banggar) DPRD telah menyepakati bahwa Perubahan APBD 2026 diprioritaskan penuh untuk menjamin pemenuhan kebutuhan dasar warga.

Pengesahan dokumen Perubahan KUA-PPAS 2026 tersebut menjadi pijakan kuat bagi Pemkab Jember dalam menghadirkan program intervensi sosial yang lebih terarah dan berdampak langsung.

“Tentu saya sebagai eksekutif menghormati seluruh mekanisme pemerintahan, termasuk proses yang berjalan di DPRD Kabupaten Jember. KUA-PPAS untuk Perubahan APBD tahun 2026 telah disetujui. Harapannya langkah ini bisa lebih konkret menekan angka kemiskinan di Jember, yang kita mulai dari pemenuhan pelayanan dasar masyarakat,” tutur Bupati Fawait usai menghadiri Rapat Paripurna di Gedung DPRD Jember.

Bupati yang akrab disapa Gus Fawait tersebut menekankan bahwa pada usia kemerdekaan Indonesia yang ke-81 tahun, sinergi eksekutif dan legislatif difokuskan pada pemerataan akses layanan publik.

Di bidang pendidikan, Pemkab Jember menghadirkan terobosan besar dengan mengucurkan anggaran hingga ratusan miliar rupiah untuk program beasiswa perguruan tinggi.

“Di daerah lain alokasi beasiswa mungkin hanya menyasar 100 hingga 300 orang. Di Jember, akumulasi penerima beasiswa sejak 2025 hingga 2026 mencapai 12.000 mahasiswa yang ditanggung hingga lulus,” terangnya.

Selain investasi sumber daya manusia, Pemkab Jember juga memacu pembenahan fasilitas fisik sekolah secara masif. Jika pada tahun 2025 perbaikan menyasar 124 bangunan sekolah, maka pada tahun 2026 ini jumlahnya ditingkatkan menjadi lebih dari 200 unit sekolah.

Di Sektor kesehatan dan administrasi kependudukan, Pemkab Jember memantapkan jaminan berobat gratis lewat Universal Health Coverage (UHC) serta penguatan layanan medis jemput bola melalui program Homecare yang mendatangi rumah warga secara langsung.

Sementara di sektor infrastruktur, Pemkab Jember bergerak cepat mengalokasikan anggaran untuk memperbaiki jaringan jalan desa yang rusak, menyusul adanya penyesuaian dana transfer dari pemerintah pusat.

Gus Fawait memastikan seluruh aspirasi masyarakat yang diserap melalui agenda penyerapan lapangan ‘Bunga Desaku’ maupun reses anggota legislatif akan direalisasikan secara konkret.

“Infrastruktur pedesaan seperti jalan, penerangan jalan, hingga irigasi akan kita bantu perbaikannya. Ini bukan sekadar mendukung aktivitas ekonomi, tetapi juga demi keselamatan dan pemenuhan kebutuhan harian warga desa,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Gus Fawait juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Pusat di bawah kepemimpinan Presiden RI atas kucuran dana transfer khusus berupa Dana Alokasi Umum (DAU) senilai Rp223 miliar untuk Kabupaten Jember. Rincian skema pemanfaatan anggaran tersebut akan dipaparkan secara transparan ke publik setelah dokumen resmi diterima utuh oleh Pemkab Jember.

Reporter: Anas Hidayat
Editor: Suyono

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *