ftvjember.com, Jember – Momentum tahun ajaran baru membawa berkah bagi para penjahit seragam sekolah di Kabupaten Jember. Permintaan jahit seragam meningkat hingga lima kali lipat dibandingkan hari biasa, bahkan sebagian penjahit terpaksa menolak pesanan karena kapasitas produksi yang terbatas.
Salah satu penjahit seragam di Jalan Kenanga, Kecamatan Kaliwates, mengaku sejak sebulan terakhir menerima pesanan hingga sekitar seribu stel seragam sekolah. Pesanan didominasi seragam jenjang SMP dan SMA, sementara untuk tingkat SD mayoritas berasal dari salah satu sekolah swasta.
Selain tingginya permintaan, penjahit juga sempat mengalami kesulitan memperoleh bahan baku kain sehingga harus mendatangkannya dari Surabaya dan Solo. Untuk memenuhi target penyelesaian pesanan, sejumlah penjahit memilih bekerja sama dengan rekan sesama penjahit.
Sukriyanto, penjahit seragam sekolah, mengatakan tahun ajaran baru memang menjadi momen yang paling dinantikan para penjahit.
“Kalau tahun ajaran baru memang jauh lebih ramai. Bahkan dalam sehari kami bisa menolak hingga delapan stel pesanan karena sudah penuh. Pesanan paling banyak berasal dari jenjang SMP dan SMA,” ujarnya.
Selain menjahit seragam sekolah, usahanya juga menerima pesanan pakaian olahraga. Di tengah maraknya penjualan seragam melalui toko daring, tingginya permintaan jasa jahit pada musim penerimaan siswa baru menjadi berkah tersendiri bagi para penjahit lokal.
Reporter: Suyono
